Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Babirik. Salah satunya melalui patroli dialogis sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang pencegahan karhutla. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) mulai sekitar pukul 11.30 WITA di wilayah hukum Polsek Babirik, dengan menyasar masyarakat di Desa Kalumpang Luar, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dalam kegiatan itu, personel Polsek Babirik melaksanakan patroli sambang dan berdialog langsung dengan warga. Selain menjaga situasi kamtibmas, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Patroli dilaksanakan oleh Brigpol A. Ridhoni Abdi dengan menggunakan satu unit sepeda motor Bhabinkamtibmas Polsek Babirik sebagai sarana pendukung. Kehadiran polisi melalui patroli dialogis diharapkan dapat mempererat komunikasi antara aparat dan masyarakat. Dengan interaksi secara langsung, berbagai potensi gangguan keamanan maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat lebih cepat diketahui. Selain menyampaikan pesan kamtibmas, personel juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Pencegahan sejak dini dinilai penting mengingat kebakaran lahan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta mengganggu aktivitas masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Polsek Babirik dalam mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi, khususnya dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui kegiatan patroli sambang, Polsek Babirik juga berupaya menghadirkan personel kepolisian secara langsung di tengah masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Dari hasil kegiatan, patroli dan penyampaian imbauan berjalan dengan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Babirik terpantau aman dan terkendali. Polsek Babirik mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga lingkungan dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan potensi maupun kejadian yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas, termasuk kebakaran hutan dan lahan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com          Kepolisian Sektor (Polsek) Danau Panggang melaksanakan kegiatan patroli dan pengamanan di sekitar pelaksanaan Majelis Abah Guru Danau di Desa Danau Panggang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (7/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.15 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Danau Panggang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan kegiatan keagamaan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Danau Panggang melaksanakan sejumlah langkah pengamanan, di antaranya patroli dialogis, patroli sambang, serta pemantauan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan aksi premanisme di sekitar lokasi kegiatan. Pengamanan dilaksanakan oleh tiga personel, yakni Aipda A. Saipul Hadi, S.Sos selaku kepala jaga, Bripda M. Kamil Musyaffa’ dan Bripda Putra Fajar Alam. Personel menggunakan satu unit kendaraan patroli Polsek Danau Panggang untuk mendukung kegiatan di lapangan. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program Quick Wins Presisi, khususnya dalam upaya memantapkan pemeliharaan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Danau Panggang. Selain melakukan pemantauan situasi, personel juga berinteraksi dengan masyarakat dan jemaah yang hadir. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil kegiatan, pelaksanaan majelis berjalan dengan lancar. Situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali hingga kegiatan pengamanan selesai. Polsek Danau Panggang juga menegaskan pentingnya kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa aman serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Kegiatan pengamanan dan patroli tersebut diharapkan dapat terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak jemaah di wilayah hukum Polsek Danau Panggang. (Agus)

CIKEAS, BIDIK-KASUSNEWS.COM                    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi bencana dan konflik sosial Tahun 2026 di Lapangan Yana Anucasana, Satlat Brimob, Cikeas, Gunung Putri, Jawa Barat, Senin (7/9/2026). Apel dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan dihadiri Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R. Z. Panca Putra S., Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib, Auditor Utama Tk. II Korbrimob Brigjen Pol. Joko Sulistio, Danmen I Paspelopor Korbrimob Polri Kombes Pol. Esty Setyo Nugroho, Teknisi Jibom Madya Tk. II Korbrimob Kombes Pol. Nugroho Tri Nuryanto, pejabat utama Mabes Polri, jajaran satuan kerja Mabes Polri, serta personel Satgas Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II. Kekuatan kedua satgas tercatat sebanyak 5.586 personel. Satgas Aman Nusa I memiliki 2.766 personel, dengan 1.161 personel mengikuti apel. Sementara Aman Nusa II memiliki 2.820 personel, dengan 1.212 personel mengikuti apel. Total personel yang mengikuti apel sebanyak 2.373 personel. Operasi Aman Nusa I disiapkan untuk menghadapi potensi konflik sosial melalui langkah preemtif, preventif, penindakan, penegakan hukum, hingga pengelolaan informasi publik. Satgasnya terdiri atas Preemtif, Preventif, Tindak, Gakkum, Humas, dan Banops. Sementara Aman Nusa II merupakan operasi kontingensi untuk menghadapi bencana alam maupun nonalam. Satgasnya meliputi Pencarian dan Pertolongan, Pengungsian dan Perlindungan, Dokkes, Lidik Sidik, Humas, serta Banops. Kesiapsiagaan tersebut menjadi penting mengingat Indonesia memiliki potensi berbagai bencana, termasuk gempa bumi, erupsi gunung api, dan kebakaran hutan dan lahan. Enam gunung api juga tercatat berada pada status Siaga atau Level III, yakni Anak Krakatau, Sinabung, Semeru, Merapi, Lewotobi Laki-laki, dan Ibu. Dalam amanatnya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kondisi geologis, geografis, dan klimatologis yang kompleks, ditambah posisi Indonesia di kawasan Ring of Fire, membuat ancaman gempa bumi, tsunami, hingga erupsi gunung api harus diantisipasi secara serius. Berdasarkan data BNPB yang disampaikan dalam apel, sejak Januari 2026 hingga saat ini tercatat 1.730 kejadian bencana alam di Indonesia. Bencana yang didominasi banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut telah mengakibatkan 397 orang meninggal dunia dan lebih dari 4 juta masyarakat mengungsi. Di tengah kondisi tersebut, aktivitas vulkanik juga menjadi perhatian. Pada 6 September 2026, aktivitas erupsi tercatat terjadi pada sejumlah gunung api, di antaranya Gunung Sinabung, Gunung Merapi, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, Gunung Lewotobi Laki-laki, serta Gunung Ibu. “Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun pada fase prabencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana,” tegas Wakapolri. Wakapolri menekankan, Polri harus senantiasa hadir sebagai salah satu kekuatan negara yang mampu memberikan respons cepat sekaligus pelayanan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana melalui Operasi Aman Nusa II. Kesiapan tersebut diwujudkan melalui pengerahan personel, pelaksanaan pencarian dan evakuasi korban, pengamanan lokasi bencana, pengaturan lalu lintas dan jalur evakuasi, hingga pendirian dapur lapangan dan rumah sakit lapangan. Polri juga menyiapkan dukungan air bersih, bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta dukungan psikososial dan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. “Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, dan kecepatan bertindak, Polri harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, meringankan beban masyarakat yang terdampak, serta memberikan pengabdian terbaik dalam setiap situasi bencana,” ujar Wakapolri. Dalam penanganan bencana, sinergi lintas sektor juga menjadi kunci. Polri akan berkoordinasi dengan TNI, BNPB/BPBD, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh elemen masyarakat agar setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara terpadu dan efektif. Selain ancaman bencana alam, Polri juga dihadapkan pada dinamika konflik sosial yang berkembang dari berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan, baik di lapangan maupun ruang digital. Sepanjang 2026, sejumlah aksi penyampaian pendapat di muka umum telah berlangsung di berbagai wilayah. Pada momentum Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2026, puluhan aksi dilaksanakan dengan pusat kegiatan di Jakarta. Sementara pada akhir Agustus 2026, tercatat 52 aksi unjuk rasa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ke depan, Polri juga mengantisipasi potensi aksi yang dikaitkan dengan isu Black September, termasuk prediksi aksi pada 24 September 2026 yang bertepatan dengan Hari Tani Nasional serta peringatan Tragedi Semanggi II. Wakapolri menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat yang wajib dihormati dan dilindungi. Namun, Polri melalui Operasi Aman Nusa I tetap harus memastikan setiap potensi eskalasi dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi konflik, kekerasan, maupun gangguan kamtibmas yang lebih luas. “Pahami akar persoalan di wilayah masing-masing dan bangun kedekatan dengan tokoh masyarakat untuk dapat memitigasi timbulnya konflik,” pesan Wakapolri kepada personel yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa I. Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan potensi kerawanan, penguatan deteksi dini dan early warning system, patroli siber terhadap narasi provokatif, serta pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun dialog dan mencegah eskalasi. Apabila konflik terjadi, Polri harus mampu melakukan pengamanan, pemisahan pihak yang berkonflik, perlindungan terhadap masyarakat dan objek vital, serta penegakan hukum secara profesional, proporsional, dan berkeadilan. Sementara pada tahap pascakonflik, Polri didorong mendukung proses rekonsiliasi, pemulihan keamanan, dan pembangunan kembali kepercayaan masyarakat agar konflik tidak kembali terjadi dan stabilitas kamtibmas dapat terpelihara secara berkelanjutan. Dalam apel tersebut, Wakapolri kemudian memberikan dua penekanan utama kepada seluruh personel yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa I dan II. Pertama, seluruh rangkaian penanganan bencana harus bermuara pada keselamatan dan pemulihan korban melalui tiga tahap utama, yakni siaga darurat, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. “Data yang tepat menjadi pijakan, gerak yang cepat menjadi tuntutan, dan kerja yang cermat menjadi jaminan keselamatan,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Kedua, dalam penanganan konflik sosial, personel diminta mengutamakan langkah pencegahan untuk memitigasi seluruh risiko dan dampak berkelanjutan yang dapat ditanggung masyarakat. Dalam kondisi yang membutuhkan tindakan lebih tegas, Wakapolri mengingatkan agar penindakan dilakukan secara terukur dan profesional dengan berpedoman pada prinsip ultimum remedium, yakni menempatkan penegakan hukum sebagai upaya terakhir. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, apel gelar pasukan merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dan Kapolri untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dinamika situasi nasional. “Polri akan menggelar Operasi Aman Nusa I dan Operasi Aman Nusa

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com            Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolres, Kasatresnarkoba, sejumlah Kapolsek, serta Kasikum pada Senin (7/9/2026). Upacara yang berlangsung mulai pukul 08.00 Wita tersebut digelar di Lapangan Apel Polres Hulu Sungai Utara dan dipimpin langsung oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. Sertijab tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi di lingkungan kepolisian sekaligus momentum bagi para pejabat baru untuk melanjutkan tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres HSU. Sejumlah jabatan yang mengalami pergantian dalam sertijab tersebut yakni Wakapolres HSU, Kasatresnarkoba, Kapolsek Sungai Pandan, Kapolsek Banjang, Kapolsek Babirik, Kapolsek Amuntai Utara, Kapolsek Danau Panggang, dan Kasikum Polres HSU. Untuk jabatan Wakapolres HSU, Kompol Sony Fratago Lumban Gaol, S.E., M.M. menyerahkan tugas kepada pejabat baru, Kompol Matnur, S.H., M.M. Sementara itu, jabatan Kasatresnarkoba Polres HSU yang sebelumnya diemban AKP Sutargo, S.H., M.M., kini dijabat oleh Iptu Erik Saputra Ante, S.H. Pergantian juga berlangsung di tingkat kepolisian sektor. Kapolsek Sungai Pandan diserahterimakan dari Ipda M. Rusdi, S.Sos. kepada Ipda Rahmadi Ansyar, S.H. Selanjutnya, Kapolsek Banjang beralih dari AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M. kepada Iptu Fajar Hendratmo, S.H. Sedangkan posisi Kapolsek Babirik yang sebelumnya dijabat Iptu Fajar Hendratmo, S.H. kini dipercayakan kepada AKP Didik Suryanto, S.H. Untuk Kapolsek Amuntai Utara, jabatan diserahterimakan dari Ipda Ngatiman, S.H. kepada Ipda Alamsyah, S.H. Kemudian, Kapolsek Danau Panggang yang sebelumnya dijabat Iptu Makmur kini diemban oleh Ipda Parmanto, S.H. Adapun jabatan Kasikum Polres HSU yang sebelumnya dijabat AKP Didik Suryanto, S.H., kini dipercayakan kepada Ipda Ngatiman, S.H. Dalam kegiatan tersebut, para pejabat yang melaksanakan sertijab juga mengikuti pengucapan sumpah atau janji jabatan serta penandatanganan pakta integritas. Upacara dihadiri para pejabat utama Polres HSU, Kapolsek jajaran, perwira, personel Polres HSU, ASN, serta Bhayangkari Cabang Hulu Sungai Utara. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Setelah upacara sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal pamit yang berlangsung di Aula Jananuraga Polres Hulu Sungai Utara. Melalui pergantian jabatan tersebut, Polres HSU diharapkan terus menjaga soliditas internal sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Hulu Sungai Utara. (Agus)

Bidik-kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat,Senin-07 September 2026. DPW Profesional Jaringan Mitra Negara (PROJAMIN) Kalimantan Barat melontarkan kritik keras terhadap Depot PT Pertamina Patra Niaga Sintang yang dinilai belum menunjukkan langkah nyata dalam merespons persoalan kelangkaan BBM di Kabupaten Sintang maupun surat resmi yang telah dilayangkan sejak beberapa bulan lalu. Ketua DPW PROJAMIN Kalbar,Eko Jatmiko, menegaskan bahwa surat tersebut dikirim sebagai permintaan klarifikasi sekaligus dorongan agar Pertamina memberikan penjelasan terkait distribusi dan ketersediaan BBM yang kerap dikeluhkan masyarakat.Namun hingga kini, menurutnya, tidak ada jawaban maupun tindak lanjut resmi dari pihak depot. “Sudah berbulan-bulan surat kami masuk secara resmi, tetapi hingga hari ini belum ada respons.Sikap diam seperti ini justru menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat,” tegas Eko. PROJAMIN menilai persoalan BBM di Sintang tidak bisa dianggap sepele, terlebih Kalimantan Barat sedang menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada aktivitas ekonomi, transportasi, hingga distribusi kebutuhan pokok di sejumlah wilayah. Keluhan masyarakat mengenai antrean panjang, keterbatasan pasokan, hingga sulitnya memperoleh BBM di beberapa titik disebut terus bermunculan. Karena itu, PROJAMIN mempertanyakan sejauh mana langkah konkret Depot Pertamina Patra Niaga Sintang dalam mengantisipasi kondisi tersebut. “Yang dibutuhkan masyarakat bukan sikap bungkam, tetapi penjelasan dan solusi. Ketika distribusi BBM menjadi kebutuhan vital, transparansi adalah kewajiban,” ujar Eko. DPW PROJAMIN Kalbar menyatakan tengah menyiapkan somasi apabila Depot PT Pertamina Patra Niaga Sintang tetap tidak memberikan tanggapan atas surat resmi yang telah dikirim. Somasi tersebut, menurut Eko, merupakan langkah hukum administratif untuk meminta pihak Pertamina segera memberikan jawaban tertulis sekaligus menjelaskan penanganan persoalan distribusi BBM yang menjadi perhatian publik. “Kalau surat resmi terus diabaikan, kami akan melayangkan somasi. Ini bukan untuk mencari sensasi, tetapi agar ada kepastian dan akuntabilitas kepada masyarakat,” katanya. PROJAMIN menegaskan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap pelayanan publik. Organisasi tersebut juga mendesak Pertamina Patra Niaga membuka informasi secara transparan mengenai kondisi stok, pola distribusi, serta langkah antisipasi kelangkaan BBM di Kabupaten Sintang. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Depot PT Pertamina Patra Niaga Sintang belum memberikan keterangan resmi maupun tanggapan atas surat DPW PROJAMIN Kalimantan Barat yang telah dilayangkan beberapa bulan lalu. Berita ini memuat pernyataan dan sikap resmi DPW PROJAMIN Kalbar. Pihak PT Pertamina Patra Niaga Sintang memiliki hak memberikan klarifikasi atau tanggapan, dan redaksi akan memuatnya secara berimbang apabila diterima. (Team/read)

Bidik-kasusnews.com,Jakarta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan (agent of change) dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ancaman tersebut dinilai terus berkembang dengan sasarannya yang utama adalah generasi muda melalui berbagai modus baru. “Ancaman narkotika terus berkembang dan menyasar generasi muda dengan berbagai modus baru,” ujar Suyudi dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (4/9/2026). Berdasarkan survei nasional BNN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen atau setara 4,15 juta penduduk usia produktif. Kelompok usia 15–24 tahun menjadi penyumbang prevalensi tertinggi, yakni sebesar 2,53 persen. Suyudi mengungkapkan, salah satu modus baru yang marak terjadi adalah penyalahgunaan rokok elektrik atau vape. Hingga 12 Agustus 2026, Pusat Laboratorium BNN telah memeriksa 1.745 sampel cairan vape. Hasilnya, sebanyak 1.716 sampel positif mengandung narkotika maupun new psychoactive substances (NPS). Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.552 sampel (88,9 persen) terdeteksi mengandung etomidate. Melihat kondisi tersebut, Kepala BNN menekankan pentingnya membangun lingkungan kampus sebagai ekosistem yang aman, sehat, produktif, dan berintegritas. Kampus bebas narkoba tidak hanya diwujudkan lewat aturan tertulis, tetapi juga budaya saling menjaga, keberanian menolak narkotika, kepedulian antarteman, serta ketersediaan edukasi dan layanan bantuan. Pesan ini disampaikan Suyudi saat menjadi penceramah dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Dalam acara tersebut, BNN turut memperkenalkan program “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika). Program ini ditopang oleh lima pilar utama, yakni pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi, pemberdayaan, ketahanan, serta kolaborasi. Nilai-nilai Tri Krama Trisakti—takwa, tekun, terampil; asah, asih, asuh; dan satria, setia, sportif—diharapkan menjadi landasan mahasiswa dalam membentengi diri. Di akhir pemaparannya, Suyudi menitipkan tiga pesan kunci bagi mahasiswa baru: jaga diri, jaga teman, dan jaga kampus. “Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan dengan generasi yang sehat, inovatif, produktif, berintegritas, dan bersih dari narkotika. Kolaborasi pemerintah, kampus, keluarga, masyarakat, dan generasi muda adalah kunci utamanya,” tegas Suyudi. Wartawan Basori

AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com                   Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama jajaran kembali melakukan patroli dan monitoring pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian memastikan aktivitas pelayanan dan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan aman, tertib, serta kondusif. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres HSU tersebut, personel melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah titik, termasuk SPBU Tayur dan SPBU Pekapuran yang berada di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara. Di SPBU Tayur, pengamanan dilakukan oleh satu personel, yakni Aipda Hendra Pranata. Berdasarkan hasil monitoring, stok BBM yang tercatat di lokasi tersebut terdiri dari Pertamax sebanyak 6.000 liter. Sementara stok Pertalite dan Bio Solar tidak tercatat tersedia dalam laporan pemantauan. Sementara itu, pengamanan di SPBU Pekapuran melibatkan dua personel, yakni Aiptu Mahdiannor dan Aiptu Khairil Safari. Untuk ketersediaan BBM di SPBU Pekapuran, petugas mencatat stok Pertalite sebanyak 8.000 liter dan Pertamax sebanyak 8.000 liter. Kehadiran personel kepolisian di lokasi SPBU dilakukan untuk memantau situasi sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan aktivitas pengisian BBM. Dari hasil kegiatan tersebut, kondisi di masing-masing SPBU yang menjadi sasaran pemantauan terpantau berjalan lancar dan kondusif. Tidak dilaporkan adanya gangguan yang menghambat aktivitas pelayanan BBM kepada masyarakat. Polres HSU melalui jajaran di wilayah terus melakukan pemantauan situasi secara berkala sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di lokasi pelayanan publik yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi. Patroli dan monitoring tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya proses distribusi BBM yang aman dan tertib, sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan nyaman. Hingga kegiatan pemantauan selesai dilaksanakan, situasi di SPBU Tayur dan SPBU Pekapuran dilaporkan aman, lancar, dan kondusif. (Agus)

AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com                    Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Tengah melakukan patroli dan monitoring pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah hukumnya, Minggu (6/9/2026) pagi. Kegiatan tersebut menyasar SPBU 64.714.06 di kawasan Muara Tapus dan SPBU 64.714.01 Banua Lima. Monitoring dilakukan untuk memastikan proses pendistribusian BBM berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Patroli dan pemantauan dimulai sekitar pukul 06.30 Wita. Personel kepolisian hadir di lokasi untuk memantau situasi sekaligus memastikan aktivitas pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan lancar. Dalam kegiatan tersebut, pengamanan dipimpin oleh Ipda Sulistono, S.Sos. Sementara petugas yang melaksanakan pemantauan di SPBU Muara Tapus terdiri dari Aipda Sahat M.T.S, Bripka Eko Wahyudi, dan Bripka Sugeng Ari W. Berdasarkan hasil monitoring, ketersediaan BBM yang tercatat di SPBU 64.714.06 Muara Tapus meliputi Pertamax sebanyak 9.500 liter dan Pertalite sebanyak 8.000 liter. Sementara Pertamina Dex tidak tercatat dalam laporan ketersediaan pada saat kegiatan berlangsung. Adapun di SPBU 64.714.01 Banua Lima, stok yang tercatat terdiri dari Pertamax sebanyak 10.900 liter dan Dexlite sebanyak 8.000 liter. Hingga kegiatan pemantauan dilakukan, situasi di kedua SPBU tersebut terpantau berjalan lancar dan kondusif. Tidak dilaporkan adanya gangguan yang menghambat aktivitas pendistribusian BBM kepada masyarakat. Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya Polsek Amuntai Tengah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada lokasi pelayanan publik yang berkaitan dengan kebutuhan energi masyarakat. Kepolisian juga terus melakukan pemantauan situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman. Dengan kehadiran personel di lapangan, diharapkan proses pendistribusian BBM di SPBU wilayah Amuntai Tengah tetap berlangsung tertib serta memberikan rasa aman bagi masyarakat. Hingga laporan ini dibuat, kondisi di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah dilaporkan aman dan kondusif. (Agus)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com                          Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali meningkatkan kegiatan patroli malam hari sebagai upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan patroli dan Blue Light Patrol tersebut dilaksanakan pada Sabtu (5/9/2026) mulai pukul 21.00 Wita hingga selesai. Sejumlah ruas jalan di kawasan Amuntai yang dinilai memiliki potensi kecelakaan, pelanggaran, maupun gangguan kelancaran lalu lintas menjadi sasaran kegiatan. Petugas menyambangi sejumlah titik, di antaranya Jalan Khuripan Amuntai, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Empu Jatmika, Jalan Bayur atau Bypass Amuntai, Jalan Amuntai–Sungai Turak, Jalan Pembalah Batung, serta Jalan Basuki Rahmat. Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas tidak hanya melakukan patroli dan pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan teguran kepada pengguna jalan yang ditemukan melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Salah satu perhatian petugas adalah penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat menyilaukan pengguna jalan lainnya. Petugas juga memberikan perhatian terhadap kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan potensi kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan saat berkendara. Kegiatan patroli dilaksanakan oleh Aipda Saner Y selaku perwira pengendali bersama Brigadir Sumaryono, Briptu M. Widiyoonata F.S., S.H., Briptu M. Zainudin, dan Bripda M. Rangga Hidayat. Melalui kegiatan Blue Light Patrol, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Selain menjaga kelancaran arus lalu lintas, patroli juga menjadi sarana bagi petugas untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas. Dengan demikian, risiko kecelakaan maupun pelanggaran di jalan raya dapat ditekan. Satlantas Polres HSU menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai ketentuan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Dengan patroli yang dilakukan secara rutin, Polres HSU berharap situasi lalu lintas di wilayah hukumnya tetap aman, tertib, lancar, dan kondusif. “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan. Keselamatan untuk Kemanusiaan.” (Agus)

AMUNTAI SELATAN, Bidik-kasusnews.com      Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Selatan melaksanakan patroli sekaligus monitoring pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 64.714.11 Panyiuran, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam memantau situasi keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan aktivitas pelayanan dan distribusi BBM di SPBU berlangsung aman serta lancar. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak empat personel Polsek Amuntai Selatan diterjunkan. Mereka terdiri dari Aiptu Dedy S., Aiptu Maryono, Bripka Najib K., dan Bripda Yadi. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, sejumlah jenis BBM tercatat masih tersedia di SPBU Panyiuran. Stok yang dilaporkan meliputi Pertamax sebanyak 16.000 liter, Pertamax Turbo 3.600 liter, dan Dexlite 3.500 liter. Sementara itu, untuk BBM jenis Pertalite, dalam laporan monitoring tersebut tidak tercantum adanya stok yang tersedia. Selama kegiatan berlangsung, situasi di area SPBU 64.714.11 Panyiuran terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak dilaporkan adanya gangguan keamanan maupun kendala yang menghambat aktivitas di lokasi. Polsek Amuntai Selatan akan terus melakukan pemantauan situasi di wilayah hukumnya sebagai bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Monitoring tersebut sekaligus menjadi langkah preventif untuk memastikan kegiatan masyarakat di lingkungan SPBU dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif. (Agus)