JATENG:Bidik-kasusnews.com JATENG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau rest area KM 456 Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah dalam rangka persiapan arus balik libur lebaran 2025, Sabtu (5/4/2025). Dalam tinjauan ini, Sigit mengaku cukup puas dengan fasilitas yang ada di rest area. Menurutnya, rest area ini nenjadi salah satu rest area favorit masyarakat yang mudik maupun balik, serta ke tujuan kota-kota yang ada di Jawa Tengah. “Tentunya kita melihat pelayanan yang ada di rest area cukup lengkap fasilitasnya mulai dari parkir, tempat istirahat dimana di dalamnya ada fasilitas-fasilitas yang melengkapi antara lain ada kursi pijat, tempat tidur, pemeriksaan kesehatan juga ada, kemudian tenant-tenant melayani masyarakat yang memerlukan makan, minum dan toilet juga ada,” kata Sigit. Selain mengecek kesiapan rest area, mantan Kabareskrim Polri ini juga mengecek pengelolaan rekayasa lalu lintas khususnya di perjalanan arus mudik dan persiapan arus balik. Ia pun mendapatkan laporkan pada periode arus mudik sudah 2 kali dilaksanakan one way lokal. Sedangkan pada arus balik saat ini dilaksanakan satu kali one way lokal. Untuk data sementara, saat ini tercatat kurang lebih 40 persen masyarakat sudah melaksanakan kegiatan arus balik dengan proyeksi 2,1 atau 2,2 juta masyarakat yang melaksanakan mudik. “Ada peningkatan di arus mudik kemarin yang tentunya harus diantisipasi karena arus balik ini waktunya lebih pendek dibanding arus mudik,” ujarnya. Ia pun menginstruksikan jajarannya untuk selalu siaga di lapangan mengatur lalu lintas dengan baik, serta memberikan pelayanan baik di jalur tol maupun arteri. “Saya minta jajaran untuk betul-betul stand by ada di lapangan mengatur dengan baik dan memberikan pelayanan baik di jalur tol maupun di arteri karena memang ini membutuhkan rekayasa yang tentunya terus dinamis,” ujarnya. Sigit pun menyampaikan pihaknya berencana akan melaksanakan rekayasa lalu lintas one way nasional pada Minggu besok, 6 April 2025 yang diprediksi menjadi puncak arus balik. “Besok kita rencananya akan melaksanakan one way nasional sambil mengikuti traffic counting sebagai acuan kita melaksanakan kebijakan one way lokal maupun nasional,” ucapnya. Dalam kesempatan ini, Sigit pun menyampaikan pesan ke masyarakat yang akan melakukan perjalanan arus balik untuk tetap berhati-hati. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Polri, kata Sigit, akan berusaha memberikan pelayanan maksimal agar masyarakat nyaman saat arus balik dan kepadatan bisa terurai dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan. “Apalagi masyarakat yang balik sudah melaksanakan aktivitas mudik, ketemu keluarga besar dan rencana kembali kita pesan pada saat mengalami kecapean kita sarankan istirahat di rest area terdekat dan jangan dipaksakan. Kita tetap akan menyiapkan berbagai pelayanan dan rekayasa baik di arteri dan tol sehingga harapan kita puncak arus balik bisa terurai,” katanya.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Program balik mudik gratis bareng Polres Jepara disambut antusias para pemudik, dua armada Bus disiapkan untuk diberangkatkan dari Mapolres Jepara dengan tujuan Pulau Gebang Jakarta, Sabtu (5/4/2025). Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso mengatakan, bahwa program ini bertujuan untuk membantu Masyarakat yang hendak Kembali ke perantauan. “Kami sediakan dua armada bus dengan kapasitas 100 kursi untuk para pemudik yang akan kembali ke Jakarta,” ujar AKBP Erick. Kapolres menuturkan, panitia balik mudik gratis Polres Jepara langsung diserbu pemudik, pada hari pertama dibukanya pendaftaran, tanggal 2 April 2025. “Begitu pendaftaran dibuka pada pagi hari, sore harinya sudah penuh, diserbu para peserta yang membawa beberapa persyaratan, seperti fotokopi KTP dan KK,” ucapnya. Balik mudik gratis bareng Polres Jepara diselenggarakan untuk memfasilitasi para pemudik, agar perjalanan balik ke Jakarta dapat berjalan dengan aman dan lancar. “Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pemudik, serta untuk mengurangi kepadatan pada arus balik lebaran,” terangnya. Selain menyediakan bus gratis, pihaknya juga membagikan snack dan sarapan gratis kepada penumpang. Kapolres Jepara berharap, dengan penyediaan transportasi gratis ini kegiatan balik mudik dapat berjalan lancar, serta dapat bermanfaat bagi masyarakat di Jepara. Selain itu, dengan mengikuti mudik gratis, pemudik bisa menghemat biaya. “Tentu para pemudik lebih nyaman menggunakan bus karena kondisi cuaca yang hujan dan tidak menentu. Kalau naik motor bahaya lebih besar. Kalau bus tidak kehujanan dan kepanasan, juga lebih nyaman. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat, dapat membantu bagi bapak ibu saudara sekalian,” jelasnya. “Selamat sampai tujuan, semoga selama mudik di Jepara ini memiliki kesan yang baik,” lanjut AKBP Erick. Kapolres juga meminta kepada para driver bus dan kru untuk bisa mengantarkan saudara-saudara kita ini dengan sebaik-baiknya, dengan aman tidak perlu ngebut-ngebut, yang penting selamat sampai tujuan. Sementara itu, Hambali (49), salah seorang warga yang mengikuti bus gratis untuk balik mudik, mengapresiasi program yang diadakan Polres Jepara tersebut. “Kami berterima kasih kepada Polres Jepara atas program bus gratisnya. Ini sangat membantu dan memudahkan kami untuk balik ke Jakarta,” ucap Hambali. Begitu juga yang dirasakan oleh Mila (27), ia mengaku sangat bersyukur dan senang adanya program mudik gratis. “Program ini sangat membantu kami yang akan merantau kembali ke Jakarta, dan menghemat biaya,” kata Mila. Pada kesempatan yang sama, Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa program balik mudik gratis ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada perayaan Lebaran 2025. “Program ini sesuai dengan instruksi dan arahan Pak Kapolres untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada perayaan Idulfitri tahun ini,” kata AKP Dwi. Ia menjelaskan, bahwa tidak ada syarat khusus dalam pendaftaran arus balik gratis. “Pendaftar hanya perlu membawa kartu identitas dan melaporkan domisili selama masa libur lebaran,” jelasnya. Kasihumas menambahkan, program arus balik gratis tersebut diharapkan membantu masyarakat serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara. Menurutnya, program tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan mudik yang ceria dan penuh makna. “Momentum ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mewujudkan mudik yang ceria dan penuh makna, seiring dengan arus balik masyarakat yang akan kembali ke kota asal,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
Bidik-kasusnews.com,Bengkayang Kalimantan Barat Luar biasa pengusaha rokok berinisial HDK adalah salah satu Bos rokok merk kalbaco yang sangat familiar namanya sungguh kebal hukum mampu membungkam oknum oknum BC dan APH. “Seolah-olah peraturan pemerintah dan UU yang ada teryata tidak berlaku bagi pelaku pengusaha rokok ilegal tanpa cukai yang melakukan kejahatan merugikan negara,” Salah satu gudang di kecamatan samalantan kabupaten bengkayang milik pengusaha berinisial HDK yan berada di Surabaya sangat terkenal di masyarakat kota Singkawang dan kabupaten Bengkayang pada khususnya. Pelaku pengusaha ilegal ini sama sekali tidak tersentuh oleh Bea Cukai maupun APH,walaupun peraturan perundang- undangan yang mengatur peredaran rokok tanpa cukai adalah Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Pasal 29 UU Cukai melarang penjualan rokok yang tidak dilunasi cukainya. Jelas bisa dikatakan mereka adalah pelaku mafia pajak dengan cara menguntungkan diri pribadi serta golongan tertentu. Adapun sanksi yang dikenakan bagi pelaku peredaran rokok tanpa cukai adalah sebagai berikut,Kurungan Penjara 1 tahun hingga 5 tahun “Denda dua kali hingga 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar kan pada negara” Rokok yang dianggap ilegal adalah sebagai berikut, Rokok polos atau tanpa dilekati pita cukai, Rokok dengan pita cukai palsu, Rokok dengan pita cukai bekas pakai, serta Rokok dengan pita cukai berbeda. Seharusnya, Penindakan terhadap peredaran rokok ilegal dilakukan oleh Kantor Bea Cukai, namun sangat disayangkan sepertinya Bea Cukai tak berdaya dibuat para pengusaha tersebut. Dalam hal ini penegak hukum terutama aparat Kepolisian juga memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan, penangkapan, dan penyitaan barang-barang ilegal, termasuk rokok ilegal. Rokok ilegal dapat membahayakan kesehatan dan menurunkan kesejahteraan ekonomi, terutama bagi industri tembakau. Sementara itu, pihak yang mengedarkan atau menjual rokok tanpa pita cukai (polos) akan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Pasal 54 UU Cukai. Adapun pidana yang dikenakan adalah penjara 1 tahun hingga 5 tahun dan/atau denda 2 kali hingga 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayarkan kenegara. Sanksi pidana bagi pelaku pengedar rokok tanpa cukai diatur dalam Pasal 54 UU Cukai, yaitu: Penjara selama 1–5 tahun, Denda 2–10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Selain sanksi pidana, pelaku pengedar rokok ilegal juga dapat dikenakan sanksi administrasi berupa denda. Kepolisian memiliki kewenangan untuk menindak pelanggaran terhadap undang-undang ini, termasuk peredaran rokok tanpa cukai. Sementara itu, kewenangan penindakan terhadap rokok ilegal juga dilakukan oleh Kantor Bea Cukai. Rokok ilegal adalah rokok yang beredar di masyarakat, tetapi tidak mengikuti peraturan yang berlaku di wilayah Indonesia. Dari beberapa sumber di lapangan berinisial AGS,BY,dan UDN yang dapat dipertanggung jawabkan mengatakan kepada team awak media bahwa oknum pengusaha inisial HDK tersebut selama ini aman aman saja karena pengusaha tersebut sering hadir setiap ada SERTIJAB, pergantian pejabat pejabat di kota Singkawang dan dua kabupaten yang berada di wilayah pantai utara Provinsi Kalimantan Barat. Mereka selalu memberikan bantuan setiap kegiatan acara acara besar ke wilayah operasi tempat usaha mereka ucap narasumber beberapa orang terutama AGS nama samaran dan bukan nama sebenarnya kepada team media Diduga oknum pengusaha tersebut di beking oleh para oknum penegak hukum maupun oknum yang ada di Bea Cukai juga, sebab kelihatannya para pengusaha ilegal tersebut leluasa melakukan aktifitas ilegal.. Nah ini harus menjadi perhatian untuk di tindak lanjuti buat bapak Presiden, Menteri Perdagangan ,Panglima TNI,Bapak Kapolri dan pihak pihak yang berkepentingan dalam memberantas peredaran rokok ilegal tanpa cukai. ( Team/read) Editor Basori
Majalengka, Bidik-kasusnews.com – Kapospam Simpang Tiga Cikijing AKP Asep Rusmawan, S.H memimpin apel pengecekan Anggota Pos Pengamanan (Pospam) Simpang Tiga Cikijing, Jum’at (04/04/2025). Apel ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Personil Pospam dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat saat arus balik mudik dan libur lebaran tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Kapospam memberikan arahan kepada seluruh Personil yang bertugas di Pospam Simpang Tiga Cikijing. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan respons cepat terhadap segala potensi gangguan keamanan, baik di jalur lalu lintas maupun di lingkungan sekitar. “Saya mengingatkan kepada seluruh Anggota yang bertugas agar tetap siaga dan meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas. Pastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan tetap mengedepankan sikap humanis,” ujar Kapospam. Selain itu, ia juga menginstruksikan anggotanya untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti kecelakaan lalu lintas, kepadatan arus kendaraan, serta tindak kriminalitas. Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto, S.I.K., M.H., M.Si., CPHR. melalui Kapospam Simpang Tiga Cikijing AKP Asep Rusmawan, S.H. mengatakan, Apel pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Personil dan sarana prasarana dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. Kapospam juga meninjau langsung kelengkapan fasilitas di Pospam serta memberikan motivasi kepada anggotanya agar tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Asep Rusliman
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Memasuki masa libur lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M, sejumlah objek wisata di Kabupaten Jepara mulai dipadati pengunjung. Untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas wisatawan, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso bersama jajarannya monitoring dan pengecekan langsung sejumlah objek wisata yang ada di wilayah kabupaten Jepara, salah satunya di Pantai Bandengan, pada hari Jumat (4/4/2025). Saat ditemui disela-sela kegiatan, Kapolres Jepara mengatakan, bahwa monitoring dan pengecekan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif. Sebab, pihaknya mengantisipasi adanya lonjakan pengunjung di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Jepara. “Apalagi jumlah pengunjung akan meningkat saat libur panjang Idulfitri atau Lebaran ini,” ujar AKBP Erick. Menurut mantan Kapolres Banjarnegara ini, dengan meningkatnya pengunjung bisa berpengaruh pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi wisata. Kerawanan terjadinya kriminalitas pun juga meningkat. Itu sebabnya, Kapolres ingin memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran wisatawan dalam menikmati momen libur Idulfitri khususnya selama di Kabupaten Jepara. “Kami juga telah menempatkan personel bergabung bersama stakeholder terkait untuk mengamankan lokasi wisata,” katanya. Abituren Akpol 2004 ini menambahkan, bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata agar memastikan keamanan para wisatawan. Sekaligus terus memantau situasi secara menyeluruh. AKBP Erick pun mengimbau para wisatawan juga bersikap kooperatif selama berwisata. Seperti mematuhi aturan hingga mengikuti imbauan dan peringatan dari petugas. “Apa yang dilakukan petugas menjadi upaya menghindarkan wisatawan dari kejadian yang tak diinginkan,” pungkasnya. Sementara itu, Kasihumas AKP Dwi Prayitna selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2025 mengatakan, bahwa pengecekan sejumlah objek wisata yang dilakukan oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso beserta jajarannya ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seiring dengan jumlah pengunjung yang diprediksi meningkat selama libur Lebaran Idulfitri tahun 1446 H/2025 M. “Harapannya, situasi kamtibmas di obyek wisata Kabupaten Jepara selama libur lebaran terjaga tanpa adanya gangguan maupun tindak pidana lain,” ujar Kasihumas. Disamping itu, ia juga mengingatkan kepada para wisatawan yang hendak berwisata air untuk memastikan keamanannya, terutama yang hendak menaiki speed boat atau perahu wisata harus memakai jaket pelampung (life jacket). ”Kami berharap menjaga keselamatan di wisata perairan menjadi budaya semua pihak,” tegasnya. AKP Dwi Prayitna juga mengimbau pengelola dan operator perahu wisata air untuk tidak menaikkan penumpang melebihi kapasitas daya muat. Hal itu untuk mencegah kejadian yang membahayakan penumpang. Ia pun mengajak semua pihak memahami pentingnya keselamatan saat berwisata terutama di kawasan perairan dan menjadikannya sebagai kebutuhan dalam pemenuhan aspek keselamatan.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
Bidik-kasusnews.com,Ketapang Kalimantan Barat Seorang warga Desa Istana, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, bernama Pranto (55), mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah oknum perangkat desa dan anggota kepolisian dari Polsek Sandai. Peristiwa itu terjadi pada malam Kamis, sekitar pukul 23.00 WIB, saat rumahnya didatangi secara mendadak dan dilakukan penggeledahan tanpa surat perintah resmi. Kepada tim investigasi gabungan awak media pada Jumat, 4 April 2025, Pranto menyampaikan bahwa penggeledahan dilakukan atas dasar dugaan pencurian yang dilaporkan oleh seorang pemilik toko kepada pihak perangkat Desa Istana. Namun, ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang sah, tidak dilengkapi bukti, dan tanpa saksi. “Rumah saya didatangi dan digeledah tiba-tiba oleh sejumlah oknum perangkat desa bersama tiga anggota kepolisian dari Polsek Sandai, tanpa menunjukkan surat tugas atau surat perintah penggeledahan. Anak-anak saya yang masih kecil trauma, istri saya sampai syok,” ungkap Pranto. Pranto juga menyebutkan bahwa empat unit rumah tinggal miliknya dan satu unit rumah kontrakan turut digeledah secara sepihak. Anak-anaknya yang masih di bawah umur, masing-masing berusia 1,5 tahun, 5 tahun, 7 tahun, serta dua lainnya yang bersekolah di SMK kelas 1 dan 2 — mengalami tekanan psikologis dan ketakutan sejak kejadian tersebut. Menurut pengakuan Pranto, oknum perangkat Desa Istana yang ikut dalam penggeledahan antara lain berinisial K, S, K, I, dan M. Sementara dari pihak kepolisian, ia menyebut dua di antaranya berinisial C dan B. Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk intimidasi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), terlebih tidak disertai dasar hukum yang sah sesuai standar operasional prosedur (SOP) kepolisian. “Ini sudah jelas melanggar hukum. Saya tidak pernah merasa melakukan tindak kriminal, namun diperlakukan seperti pelaku kejahatan. Nama baik saya dan keluarga hancur, anak-anak saya sampai sekarang ketakutan,” tambah Pranto. Pranto meminta agar Propam Polres Ketapang dan Polda Kalbar turun tangan menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum anggota Polsek Sandai serta menindak tegas oknum perangkat desa yang terlibat. “Saya harap institusi kepolisian bersikap profesional dan bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat kecil terus jadi korban semena-mena,” tegasnya. Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan seluler oleh tim investigasi gabungan awak media, pihak Polsek Sandai menyatakan bahwa mereka hanya melakukan pendampingan terhadap laporan dari pemilik toko dan pihak perangkat desa yang melaporkan adanya kehilangan barang. “Kami hanya mendampingi perangkat desa dalam menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan kehilangan barang di toko,” kata Kanit Reskrim Polsek Sandai melalui pesan WhatsApp. Kasus ini masih menjadi sorotan publik, terutama terkait dugaan pelanggaran prosedur oleh aparat dan dugaan pencemaran nama baik terhadap warga tanpa proses hukum yang sah. Sumber: Pranto Korban Dugaan Intimidasi Reporter: Tim Investigasi Gabungan Awak Media. Editor Basori
Foto:Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso di obyek wisata JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Kabupaten Jepara menjadi sebuah Kabupaten yang kaya akan destinasi wisata dan tentunya menjadi tujuan yang menggiurkan bagi para wisatawan di momen liburan lebaran 2025 ini. Untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman masyarakat masayarakat saat berwisata di Kabupaten Jepara jajaran anggota kepolisian khususnya dari Polres maupun Polsek jajaran Polres Jepara siaga dan patroli menjaga kamtibmas di seluruh objek wisata. Personel Polres Jepara dengan humanisnya melakukan imbauan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berwisata. Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, berbagai upaya dilakukan Polres Jepara untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat yang berwisata di libur lebaran 2025, salah satunya dengan membangun Pos pengamanan di objek wisata serta patroli objek wisata. Kasihumas menyebut, pendirian Pos Wisata dan patroli ini sebagai upaya preventif Polres Jepara dalam mencegah terjadinya tindak kriminal untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di area objek wisata. “Dengan adanya Pos Wisata dan patroli ini, kami ingin warga merasa nyaman dan aman berkunjung serta berwisata di Kabupaten Jepara karena kepolisian hadir langsung di tengah keramaian,” ucap AKP Dwi Prayitna saat ditemui di Jepara, Kamis (3/4/2025). Ia menambahkan, anggota Polres Jepara dan polsek jajaran berkeliling objek wisata yang ada di Kabupaten Jepara untuk memastikan keamanan selama libur lebaran sesuai target Operasi Ketupat Candi 2025. Selain itu, sambung pria yang terkenal murah senyum ktu, Personelnya juga menyampaikan pesan kepada pengunjung agar berhati-hati membawa barang bawaan atau barang berharga lainnya agar tidak menjadi korban kriminalitas. “Kegiatan yang dilakukan ini sebagai wujud Komitmen Polri untuk memberikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan di masa Liburan Lebaran 2025. Tetap waspada karena kejahatan bisa terjadi kepada siapapun. Berliburlah dengan nyaman dan aman, jika ada yang mencurigakan segera lapor ke petugas jaga ataupun ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
Foto:Dirlantas Brigjen pol sonny irawan dan anggotan dan perwakilan jasa marga JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng – Kota Semarang|Dirlantas Polda Jateng Brigjen Pol Sonny Irawan mengungkap adanya anomali yang berbeda dalam arus mudik Lebaran 2025 dibanding dengan tahun sebelumnya dimana volume kendaraan dari barat ke timur masih ada peningkatan sampai H+3 pasca-hari raya Idul Fitri. Hal ini di sampaikan saat konferensi press di GT. Banyumanik. Kamis (3/4) “ Sampai dengan hari Rabu(02/04/25) kemarin untuk arus terjadi perimbangan antara yang mudik dengan yang balik seperti di gerbang Tol Kalikangkung yang masuk di angka 2.200 sedang yang keluar di angka 1.900 – 2.000, Anomali tersebut berbeda dengan tahun lalu dimana H+1 pasca lebaran sudah tidak ada bangkitan arus dari barat ke timur namun di tahun ini justru banyak orang mudik setelah lebaran,” ujar Dirlantas Brigjen Pol Sonny Irawan menyatakan untuk pelaksanaan one way lokal baik arus mudik maupun arus balik melihat kepadatan kendaraan yang masuk dari dari arah barat ke gerbang Tol Kalikangkung untuk Arus Mudik, dan untuk Arus balik melihat kepadatan yang mengarah ke Jakarta di Tol Solo Jogja maupun Gerbang Tol di wilayah Ungaran dan Banyumanik. Lanjut Dir Lantas dalam kegiatan evaluasi saat arus mudik dibandingkan tahun lalu meningkat 5,8 % di gerbang Tol Kalikangkung sedangkan di Exit Tol Pejagan mengalami peningkatan 29 % dibanding tahun sebelumnya, dengan memperhatikan perubahan Anomali Arus mudik yang terjadi hingga H10 (H-7 ditambah H+3). Hari ini di sosialisasikan terkait One way arus Balik, sesuai dengan SKB untuk arus balik dilakukan pada tanggal 3 April pukul 14.00 Wib namun ada klausul jika melihat dinamika di lapangan. “ kita melihat dinamika di lapangan, sesuai dengan arahan dari Kakorlantas untuk one way arus balik flag off dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung tanggal 6 April jam 06.00 Wib pagi,” imbuh Brigjen Pol Sonny Irawan. Dirlantas juga memberikan perhatian terkait jalur selatan yang mengalami hambatan dikarenakan adanya bencana di beberapa wilayah. Seperti banjir disekitar Prupuk (jalur Brebes banyumas) dikarenakan hujan yang mengakibatkan genangan sekitar 70-80 cm menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas sehingga dilaksanakan pengalihan arus, begitu juga bencana di wilayah Kebumen yang mengakibatkan jalur cilacap-jogja juga terhambat. Brigjen Sonny Irawan menghimbau kepada masyarakat khususnya yang akan melaksanakan perjalanan arus balik untuk tetap berhati-hati dan ikuti arahan petugas di lapangan, dalam hal menggunakan Jalur Tol agar terus memantau informasi terkait pemberlakuan Oneway arus balik. “Kita telah lakukan persiapan dalam rangka mengamankan arus balik baik dengan penempatan personil, pemasangan rambu untuk rekayasa dan juga papan imbauan baik di jalur Tol maupun jalan Arteri,” pungkas Dirlantas.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
Gerbang Tol(GT)Kalikangkung JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng-Kota Semarang | Guna mengantisipasi lonjakan arus mudik kendaraan di H+1 hingga hari ini, (Rabu, 2/4/2025), Polda Jawa Tengah melakukan rekayasa lalu lintas di ruas Tol Solo-Jogja. Kepadatan ini terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat yang menuju Yogyakarta setelah puncak arus mudik pada 28-29 Maret 2025. Dalam keterangan nya di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung pada pukul 10.30 WIB, Dirlantas Polda Jateng, Brigjen Pol Sonny Irawan, menyampaikan bahwa lonjakan arus kendaraan di jalur Solo-Jogja mulai meningkat setelah puncak arus mudik. Oleh karena itu, Polda Jateng melakukan rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol Prambanan untuk mengurai kepadatan. “Kami melihat bahwa arus kendaraan yang masuk ke Jogja meningkat drastis, sehingga diperlukan penyesuaian pola rekayasa lalu lintas agar pergerakan kendaraan tetap lancar. Rekayasa ini diperlukan karena jalur arteri Klaten-Jogja memiliki kapasitas jalan yang lebih kecil dan rentan terjadi kemacetan jika tidak ditangani dengan baik,” ujar Brigjen Pol Sony Irawan. Salah satu langkah rekayasa yang dilakukan adalah mengubah arah lalu lintas di Taman Martani, yang sebelumnya digunakan untuk arus balik, kini dialihkan untuk arus mudik ke Jogja. Hal ini dilakukan karena volume kendaraan yang menuju Yogyakarta lebih tinggi dibandingkan yang menuju Solo. Sebagai bagian dari upaya ini, sterilisasi jalur dilakukan agar perubahan arah dapat berjalan dengan lancar. Rekayasa ini bertujuan untuk menghindari penyumbatan arus kendaraan di jalur arteri Klaten-Jogja yang memiliki kapasitas jalan lebih kecil dibandingkan jalur tol. Dari evaluasi sementara yang dilakukan terhadap arus mudik dan balik Lebaran 2025 ini, pihaknya menemukan adanya fenomena anomali pergerakan kendaraan, di mana arus mudik dari wilayah Jakarta-Cikampek hingga Kalikangkung serta tol Solo-Jogja pasca hari raya Idul Fitri 1446 H mengalami peningkatan. Fenomena ini diduga sebagai akibat dari aktivitas mudik lokal masyarakat dalam rangka Syawalan yang melintasi antar kabupaten. “Peningkatan ini terjadi hanya di wilayah aglomerasi (antar kabupatan) saja. Sebagai contoh di GT Kalikangkung pada siang hari ini arus kendaraan yang masuk cukup berimbang, yang keluar dari arah timur didominasi kendaraan dari aglomerasi semarang kendal demak, sedangkan yang masuk aglomerasi dari wilayah barat,” ungkap Brigjen Pol Sony Irawan. Meski arus mudik dan balik di Jawa Tengah secara umum disebutnya masih berjalan aman dan lancar, dirinya mengungkap masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam penanganan bencana alam seperti genangan air di beberapa daerah. “Meski penanganannya yang dilakukan secara sinergi dengan stakeholder terkait telah cukup baik namun perlu kami evaluasi sehingga ke depan dapat lebih maksimal dalam penanganannya.,” tegasnya. Dir lantas mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas. Jika terjadi kepadatan lalu lintas, di harapkan bersabar, tetap tenang, serta patuhi rambu-rambu lalu lintas dan instruksi petugas di lapangan. Untuk menghindari kemacetan, di harapkan bijak dalam memilih waktu perjalanan dan, jika memungkinkan, hindari bepergian pada jam-jam sibuk (peak hours). “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu bersikap sabar dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Kepadatan kendaraan memang dapat terjadi, terutama pada jam-jam sibuk. Namun, dengan disiplin dan kesadaran dalam berlalu lintas, kita dapat mencegah kemacetan yang lebih parah dan menghindari potensi kecelakaan. Keselamatan adalah prioritas utama, mari bersama-sama wujudkan lalu lintas yang lebih tertib dan nyaman untuk semua.” Pungkasnya(wely-jateng) Sumber:humas polda jateng