Dirjen pas Nabire, Marsudi Kunjungi Korban Insiden di Lapas SUKABUMI – BIDIK-KASUSNEWS.COM– Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, turun langsung ke RSUD Nabire untuk menjenguk tiga petugas Lapas Nabire yang menjadi korban pemukulan oleh warga binaan dalam peristiwa gangguan keamanan. Dua dari mereka menjalani operasi akibat luka bacok, sementara satu lainnya tengah dalam masa pemulihan melalui rawat jalan, Selasa (3/6/2025). “Satu anggota kita sudah bisa rawat jalan dan keadaannya membaik, dua lagi masih dalam masa pemulihan setelah operasi,” ujar Mashudi. Ia menyampaikan keprihatinan dan dukungan moral kepada para korban, serta memastikan akan kembali mengunjungi setelah mereka diperbolehkan untuk dibesuk pascaoperasi. Petugas yang mengalami luka parah adalah Komandan Jaga dan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, yang terluka saat mencoba mengendalikan situasi dan menghalau warga binaan yang berbuat anarkis. Insiden ini menjadi catatan penting terkait kesiapan dan kapasitas personel pengamanan lapas dalam menghadapi situasi darurat. Bantuan tersebut berasal dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang juga menyempatkan diri menyapa korban melalui panggilan WhatsApp, menyampaikan dukungan dan apresiasi atas dedikasi para petugas. Setelah dari rumah sakit, Mashudi melanjutkan peninjauan ke Lapas Nabire bersama Kapolda dan Wakapolda Papua Tengah, serta pejabat Ditjenpas lainnya. Dalam pengarahan kepada seluruh jajaran petugas, ia menegaskan pentingnya profesionalisme dan kerja sama lintas sektor demi menciptakan lapas yang aman dan tertib. “Petugas pemasyarakatan memikul tugas yang mulia. Jalankan dengan sungguh-sungguh dan sesuai aturan. Perkuat sinergi dengan Polda, Polres, TNI, Brimob, dan mitra lainnya,” tegas Mashudi. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan dan peningkatan kapasitas petugas sebagai bagian dari reformasi sistem pemasyarakatan. Dirjenpas turut berkoordinasi dengan Korem Nabire sebagai langkah strategis memperkuat pengamanan di wilayah. Saat ini, kondisi Lapas Nabire telah kembali kondusif. Namun, upaya pengejaran terhadap narapidana yang melarikan diri masih terus dilakukan oleh pihak lapas bersama Polres Nabire. Lapas Nabire saat ini menampung 218 warga binaan dari kapasitas ideal 150 orang, dengan jumlah petugas pengamanan hanya lima orang per regu. Ketimpangan rasio ini menjadi perhatian dalam evaluasi menyeluruh sistem keamanan dan penataan sumber daya di lapas tersebut. (UM)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Semarang, 3 Juni 2025 — Operasi Aman Candi 2025 yang digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah selama hampir tiga pekan resmi berakhir. Operasi ini mencatat hasil signifikan dengan 711 kasus premanisme berhasil diungkap dan 916 tersangka diamankan. Polda Jateng menegaskan, meskipun operasi berakhir, upaya pemberantasan premanisme akan terus berlanjut. Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, mengungkapkan dalam konferensi pers di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, bahwa operasi ini dilakukan secara masif sejak 12 hingga 31 Mei 2025. “Premanisme bukan hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga menjadi penghambat bagi iklim investasi dan pembangunan daerah. Oleh karena itu, penindakan ini menjadi langkah strategis,” ujarnya. Dari total kasus yang ditangani, 184 di antaranya merupakan Target Operasi (TO), sementara 517 lainnya merupakan kasus Non-TO. Sebanyak 276 kasus langsung diproses melalui penyidikan, sedangkan 435 kasus dilakukan pembinaan terhadap para pelaku. Para tersangka yang diamankan terdiri dari 888 laki-laki dan 28 perempuan. Barang bukti yang berhasil disita mencakup 23 kendaraan roda empat, 65 sepeda motor, 59 telepon genggam, serta 100 senjata tajam. Selain itu, penyidik juga mengidentifikasi keterlibatan 11 organisasi masyarakat (ormas) dalam sejumlah kasus. Beberapa kasus menonjol yang berhasil dibongkar di antaranya: Premanisme berkedok wartawan di Hotel Alam Indah Gombel, Semarang, dengan kerugian Rp12 juta. Pengrusakan fasilitas PT KAI oleh oknum anggota ormas. Tawuran gangster perempuan yang sempat viral di Jalan Kokrosono, Semarang. Dugaan penipuan oleh seorang ketua ormas dan istrinya di Blora, dengan kerugian ratusan juta rupiah. “Meski operasi ini telah selesai, tindakan tegas terhadap segala bentuk premanisme akan terus kami lakukan. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk menciptakan ruang publik yang aman dan kondusif,” tegas Wakapolda. Lebih lanjut, Polda Jateng akan tetap melaksanakan langkah-langkah lanjutan, seperti patroli rutin, penjagaan di lokasi rawan, pengawalan, serta edukasi kepada masyarakat. Penekanan juga diberikan pada kerja sama dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan partisipasi aktif warga. “Jika masyarakat masih menemui praktik premanisme, jangan ragu untuk segera melaporkan. Dukungan dari masyarakat adalah kunci keberhasilan kami dalam menjaga keamanan Jawa Tengah,” tutup Brigjen Latif.(Wely-jateng) Sumber:humas Polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Polres Pemalang berhasil mengamankan seorang residivis berinisial Y (33), asal Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, yang mengaku sebagai anggota TNI atau Polri untuk memuluskan aksinya melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sepeda motor milik para korban perempuannya. “Tersangka tercatat pernah terjerat kasus yang sama sebanyak 4 kali di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, pada tahun 2017, 2020, 2021 dan 2023,” kata Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo, melalui konferensi pers yang digelar di Aula Tribrata Polres Pemalang, Senin (2/6/2025). Setelah tersangka selesai menjalani proses hukum, Kapolres Pemalang mengatakan, Polres Pemalang kemudian menerima 3 laporan dari tiga orang wanita, atas kejadian yang melibatkan tersangka. “Diduga tersangka memulai aksinya melalui perkenalan secara langsung dengan para korbannya, lalu meminta nomor telepon untuk melanjutkan komunikasi, hingga menjalin hubungan asmara dengan korbannya,” kata Kapolres Pemalang. Kapolres Pemalang mengatakan, setelah menjalin komunikasi intensif dengan korbannya, lalu tersangka mengajak korbannya untuk bertemu dan jalan-jalan menggunakan sepeda motor yang dibawa korban. “Dalam setiap aksinya, tersangka menunggu korban lengah, lalu membawa kabur sepeda motor yang dibawa korban, dan meninggalkan korbannya sendirian,” kata Kapolres Pemalang. Kapolres Pemalang mengatakan, setelah ketiga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pemalang, pihaknya langsung melakukan berbagai rangkaian penyelidikan. “Alhamdulillah, kami berhasil mengamankan tersangka saat berada di dalam Bus yang melintas di wilayah Pemalang, saat perjalanan dari arah Semarang menuju Jakarta,” kata Kapolres Pemalang. Kapolres Pemalang mengatakan, Polres Pemalang juga telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 3 unit sepeda motor milik ketiga korban perempuan yang melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Pemalang. “Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap tersangka, diduga tersangka juga melakukan aksi yang sama di beberapa TKP lainnya, di wilayah Cirebon Jawa Barat,” kata Kapolres Pemalang. “Atas perbuatan tersangka, Polres Pemalang menjerat tersangka dengan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP atau pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun,” kata Kapolres Pemalang. Kapolres Pemalang mengimbau masyarakat, agar mewaspadai modus penipuan serupa, dan lebih berhati-hati saat baru mengenal seseorang. “Harap lakukan pengecekan dan konfirmasi ke pihak terkait atau keluarga, untuk memastikan kebenaran identitas orang yang baru dikenal, agar terhindar dari aksi kejahatan serupa,” kata Kapolres Pemalang.(Wely-jateng) Sumber:humas Polda jateng
JATENG – Bidik-kasusnews.com | Pati, Jawa Tengah – Jajaran Polresta Pati pagi ini, Senin (2/6/2025), menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di halaman depan Mapolresta Pati. Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB hingga selesai ini berlangsung khidmat, menegaskan kembali komitmen segenap anggota Polri terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir dalam kesempatan ini para PJU Polresta Pati beserta pasukan upacara yang terdiri dari berbagai satuan, mulai dari gabungan Kabag dan Kasat, personel Polwan, Satlantas, Bhabinkamtibmas, hingga ASN Polresta Pati, tampak berbaris rapi mengikuti setiap rangkaian acara. Dalam amanatnya, Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI. Amanat tersebut menyoroti pentingnya peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa kemajuan bangsa harus tetap berlandaskan ideologi Pancasila agar tidak mudah goyah. AKBP Jaka Wahyudi juga menyoroti delapan agenda prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, yang dikenal sebagai Asta Cita. Salah satu poin fundamental dalam Asta Cita adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Hal ini menjadi prioritas karena kemajuan tanpa arah ideologis dikhawatirkan dapat melahirkan ketimpangan dan menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan menjadi penekanan utama. Dalam pidato tersebut, disebutkan bahwa Pancasila perlu ditanamkan sejak dini dalam dunia pendidikan, tidak hanya dalam pelajaran formal, tetapi juga dalam praktik keseharian. Tujuannya adalah melahirkan generasi yang cerdas intelektual, tangguh karakter, dan kuat integritas moral. Selain itu, amanat juga menyoroti penerapan nilai-nilai Pancasila dalam birokrasi pemerintahan, ekonomi, dan ruang digital. Di lingkungan pemerintahan, Pancasila harus terwujud dalam pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak pada rakyat. Dalam bidang ekonomi, pembangunan harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, dengan keadilan sosial sebagai orientasi utama. Terakhir, dalam ruang digital, ditekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi, dan saling menghargai harus tetap ditegakkan, dengan Pancasila sebagai panduan dalam berinteraksi di media sosial, pungkas AKBP Jaka Wahyudi. (Kasnadi) Sumber(Humas Resta Pati)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Mapolres setempat, pada senin (2/6/2025). Upacara Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni tersebut dipimpin Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso yang diwakili oleh Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno dan diikuti sejumlah jajaran. Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno menyampaikan, bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momen ketika seluruh bangsa Indonesia tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujarnya. Dikatakan, dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia. “Mengapa (memperkokoh ideologi Pancasila) ini menjadi prioritas? Karena kita (pemerintah) menyadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila, bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” papar Kompol Edy. Ditegaskan, memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Saat ini katanya, penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial masyarakat Indonesia. “Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan : dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital,” tegasnya. Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan bangsa. “Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” tutupnya.(Wely-jateng) Sumber’humas polres jepara
Pontianak, Bidik-kasusnews.com – Polresta Pontianak, Polda Kalbar – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polresta Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba. Di bawah pimpinan Kanit Opsnal AKP Amrullah, tim berhasil mengamankan seorang tersangka pengedar narkotika jenis sabu jaringan lintas provinsi Kalimantan.pada Jum’at (30 /05/2025). Tersangka berinisial AS alias Acen, pria asal Kalimantan Tengah, ditangkap di Jalan Selat Madura, teparnya di warung Limoy Kecamatan Pontianak Utara pada Jumat, 30 Mei 2025. Saat itu, pelaku sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox KB 3670 KZ, dan rencananya akan mengirimkan barang haram tersebut ke pemesannya di wilayah Kabupaten Sampit, Kalimantan Tengah. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti Narkotika Jenis Sabu seberat 1kg yang terbungkus rapi dengan plastik disimpan di gantungan motor Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku hanya sebagai kurir dan barang itu miliknya yang akan di bawa ke Kabupaten Sampit kalteng dengan dijanjikan upah sebesar Rp20 juta untuk mengantarkan sabu tersebut ke tujuan. Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi, S.I.K., M.H. melalui Kasat Res Narkoba Polresta Pontianak AKP Batman Pandaia, S.IP., M.AP., membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada pihak kepolisian. “Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang langsung kami tindak lanjuti dengan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka bersama barang bukti. Ini membuktikan bahwa sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam memerangi peredaran narkoba,” ujar AKP Batman Pandaia. Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Pontianak untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami jaringan lain yang terlibat dalam kasus ini, termasuk identitas pemesan sabu di Kalimantan Tengah. Kasus ini menambah panjang daftar pengungkapan jaringan narkoba lintas provinsi oleh Satres Narkoba Polresta Pontianak. Polresta Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus memburu pelaku-pelaku peredaran gelap narkoba yang merusak generasi bangsa.(WG) Sumber Humas Polresta Pontianak Wartawan Supriyono
Bidik-kasusnews.com,Pontianak kalimantan Barat Polda Kalbar (31/05/2025 ) Aksi sigap dilakukan oleh Tim Patroli Enggang Polresta Pontianak saat membubarkan tawuran antar kelompok pemuda yang terjadi pada Jumat dini hari, 30 Mei 2025, sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Pancasila, Pontianak. Tawuran tersebut menelan korban satu orang yang mengalami luka serius di bagian punggung serta dua jari tangannya putus akibat senjata tajam yang digunakan dalam perkelahian. Berdasarkan laporan dari warga sekitar yang merasa resah dengan keributan tersebut, Tim Patroli Enggang langsung menuju lokasi kejadian. Salah satu anggota patroli, yang turut terjun ke lapangan memberikan keterangan usai kejadian. “Kami menerima laporan masyarakat tentang adanya keributan di sekitar Jalan Pancasila. Saat tiba di lokasi, benar ditemukan sekelompok pemuda yang sedang tawuran dan menyebabkan korban luka. Kami langsung mengambil tindakan pembubaran dan pengejaran terhadap pelaku,” ujar salah satu petugas Patroli Dalam upaya penangkapan, sempat terjadi perlawanan dari salah satu pelaku yang menyebabkan seorang anggota Tim Enggang mengalami luka gores di bagian tangan. “Saat hendak kami amankan, pelaku melakukan perlawanan menggunakan benda tajam. Salah satu rekan kami mengalami luka ringan di tangan, namun pelaku berhasil kami lumpuhkan dan amankan,” tambahnya. 2 orang Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Pontianak Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, penyidik masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kejadian tersebut. Pihak Polresta Pontianak menegaskan akan terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan dan menghimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan melalui 110 tentang aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.(TG) Sumber Humas Polresta Pontianak Wartawan Ridwan Sandra
Bidik-kasusnews.com,Pontianak kalimantan Barat Polresta Pontianak menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Intelkam Polrrsta Pontianak dari Kompol Abdul Malik, S.IP., M.Sos. kepada AKP Reynaldi Guzel, S.I.K., yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Mempawah. Upacara berlangsung khidmat di halaman Mapolresta Pontianak dan dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Adhe Hariadi, S.I.K., M.H., pada Sabtu (31/05/2025) Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolresta Pontianak, AKBP Hendrawan, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polresta, para Kapolsek jajaran, seluruh personel Polresta Pontianak, perwakilan personel dari Polsek jajaran, serta Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pontianak beserta Wakil Ketua dan pengurus Bhayangkari lainnya. Dalam amanatnya, Kapolresta Pontianak menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kompol Abdul Malik atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kasat Intelkam Polresta Pontianak. Ia juga menyampaikan harapan kepada AKP Reynaldi Guzel agar segera menyesuaikan diri dan mampu melanjutkan serta meningkatkan kinerja yang telah dicapai sebelumnya. “Kegiatan mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri, sebagai bentuk penyegaran dan upaya meningkatkan profesionalisme serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolresta. Usai pelaksanaan upacara sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal pamit yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Aula Mapolresta Pontianak. Dalam kesempatan tersebut, Kompol Abdul Malik menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Polresta Pontianak atas kerjasama dan dukungan selama masa tugasnya. Sementara itu, AKP Reynaldi Guzel memperkenalkan diri dan memohon dukungan dalam melaksanakan tugas di tempat yang baru. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan semangat baru dan sinergitas di lingkungan Polresta Pontianak semakin solid dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Kota Pontianak.(WG) Wartawan Asrori
Bidik-kasusnews.com,Melawi kalimantan Barat Polres Melawi Polda Kalbar Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla meminta masyarakat Kabupaten Melawi agar tidak merasa khawatir atau ketakutan apa bila mendapati pada malam hari adanya kendaraan patroli dengan lampu strobo patroli menyala menelusuri lingkungannya, ini adalah prosedur patroli yang harus di nyalakan namun tidak dengan menimbulkan suara yang dapat menganggu warga masyarakat yang sedang beristirahat. Hal ini di sampaikan kapolres Melawi mengingat saat ini patroli rutin sebagai upaya pencegahan gangguan keamanan menjadi prioritas Polres Melawi melalui patroli, Sabtu (31/5/25). “Patroli adalah upaya Polri yang harus di dukung masyarakat luas sebagai bentuk pencegahan terjadinya Curat, Curas, Curanmor, Balapan Liar dan Aksi premanisme di tengah masyarakat,” ujar Kapolres Melawi. Hal ini di sampaikan Kapolres Melawi agar tidak menjadi kesimpang siuran informasi atas pelaksanaan patroli yang di lakukan mengingat pelaksanaannya di mulai pukul 23.30 wib hingga pukul 03.00 wib setiap malam. “Patroli adalah bentuk hadirnya Polri di tengah masyarakat, untuk itu agar masyarakat tidak cemas apa bila mendapati atau bertemu petugas patroli saat melaksanakan tugasnya,” terang AKBP Harris. Informasi yang di sampaikan masyarakat berkenaan dengan potensi gangguan keamanan menjadi prioritas kami, mari kita saling mendukung menjaga situasi kondusif di Kabupaten Melawi Kota Para Pejuang Bumi Uranium. Kepala Desa Baru Eet Ruskayudi Aroy menyambut baik dan menyampaikan apresiasi luar biasa atas pelaksanaan patroli yang hampir setiap malam memasuki desanya. “Selaku Kepala Desa Menyambut Baik langkah luar biasa Polres Melawi, kami sangat mendukung dan tidak keberatan hadirnya patroli di desa kami,” ujar Kades yang akrab di sapa Long Eet. Ia mengilustrasikan bayangkan saat larut malam dan kita sedang beristirahat tidur nyenyak yang hanya tahu tentang kamtibmas kondusif saat terbangun dari tidur sementara kita tidak peduli dengan proses yang dilakukan oleh Polres Melawi melalui patroli hingga larut malam yang kita kesampingkan, tentu ini sangat miris. Selaku Kepala Desa kami mempersilahkan patroli Patroli Polres Melawi ke desa kami, kami mendukung langkah yang dilakukan. “Atas nama masyarakat Desa Baru kami mendukung langkah menjaga kamtibmas dengan patroli yang dilakukan, saat adanya lampu patroli kami menitipkan kamtibmas kondusif di pundak Polri Polres Melawi,” pungkas Kades Baru. Sumber;Humas Polres Melawi (Samsi) Wartawan Basori
Bidik-kasusnews.com,Bengkayang Kalimantan Barat Bengkayang, 30 Mei 2025 Kasus kekerasan terhadap seorang jurnalis kembali mencuat ke publik. Peristiwa ini terjadi di Komplek Terminal Bengkayang, tepatnya di depan Toko Mili Mewah, pada Kamis, 29 Mei 2025. Korban, yang diketahui bernama Stepanus, mengalami tindak kekerasan fisik dari seorang pria bernama Marselinus. Menurut keterangan korban, Marselinus secara tiba-tiba mendatangi Stepanus tanpa melakukan percakapan terlebih dahulu, lalu langsung memukul bagian kiri kepala korban, tepatnya di belakang telinga, dengan sangat keras. Akibat pukulan tersebut, kepala Stepanus terbentur ke pintu besi ruko yang berada di lokasi kejadian. Tidak hanya melakukan kekerasan fisik, pelaku juga mengeluarkan ancaman serius. Marselinus disebut-sebut mengancam menembak korban dengan menggunakan pistol dan bahkan memprovokasi korban untuk berkelahi. Namun, Stepanus memilih untuk tidak menanggapi ajakan tersebut dan segera meninggalkan lokasi. Tak tinggal diam, korban langsung melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bengkayang. Laporan resmi telah diterima dengan nomor LP/B/32/V/2025/SPKT/Polres Bengkayang/Polda Kalimantan Barat. Kepada awak media, Stepanus menyatakan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi intimidasi dan kekerasan seperti ini. Ia berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut demi menjaga keamanan dan perlindungan terhadap profesi jurnalis. (Team/read)