SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Suasana penuh tawa, semangat, dan sportivitas mewarnai pertandingan persahabatan antara Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi dan Yayasan PASIM dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI. ‎Kegiatan berlangsung di GOR PASIM, Kamis (28/8/2025), dengan tema “Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Eratkan Silaturahmi dan Sportivitas”. ‎Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan ajang ini bukan sekadar pertandingan, melainkan wadah untuk membangun kekompakan dan memperkuat silaturahmi. ‎“Setiap tim menunjukkan kerja sama luar biasa. Bagi kami, kemenangan bukan tujuan utama, melainkan bagaimana seluruh peserta bisa tampil penuh semangat,” ujarnya. ‎Ranty menegaskan, kolaborasi dengan Yayasan PASIM akan terus berlanjut di momentum berikutnya. ‎Ia juga menyinggung program PKK Goes to School yang hadir untuk mengedukasi para pelajar agar siap menjadi generasi penerus berkualitas. ‎“Menikah bukan sekadar berpacaran, tapi butuh kesiapan mental dan tanggung jawab. Itulah yang sejak dini kita tanamkan di sekolah,” tegasnya. ‎Ketua Yayasan PASIM, Wati Purnaningrum, mengapresiasi jalannya pertandingan yang sarat sportivitas. ‎Menurutnya, di bawah kepemimpinan TP PKK saat ini, terlihat perkembangan signifikan, baik dalam kegiatan maupun komunikasi dengan seluruh pengurus hingga tingkat bawah. ‎“Kami melihat bagaimana PKK mampu menggerakkan masyarakat lewat kegiatan yang sederhana namun berdampak,” katanya. ‎Selain serunya pertandingan, penonton juga dibuat kagum dengan penampilan seni yang dipadukan dengan olahraga. Mulai dari yel-yel kreatif, aksi kompak tim, hingga sorak-sorai suporter membuat suasana semakin meriah. ‎Bahkan, beberapa momen lucu di lapangan berhasil mencairkan suasana dan mengundang gelak tawa. Tidak hanya peserta, anak-anak dan remaja yang hadir pun tampak antusias. Mereka ikut bersorak dan menyemangati tim, sekaligus belajar tentang arti sportivitas sejak dini. ‎Hal ini sejalan dengan tujuan PKK yang ingin menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda. ‎Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara pengurus PKK, pihak Yayasan PASIM, dan para peserta. ‎Momen itu menjadi simbol eratnya sinergi antara organisasi masyarakat dan lembaga pendidikan untuk bersama-sama melahirkan generasi yang tangguh, sehat, dan berkarakter. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi, Hj. Rina Rosmainar, menghadiri kegiatan pembinaan kelembagaan dan manajemen PAUD dalam rangka mendukung Gerakan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah. Acara berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Surade, Selasa (26/8/2025), dan diikuti para pengelola PAUD se-wilayah VI Jampangkulon. Hadir pula para camat se-wilayah Jampangkulon, di antaranya Camat Surade Unang Suryana, para kepala desa, kader PKK, serta Bunda PAUD dari tingkat kecamatan hingga desa. Dalam kesempatan itu, Hj. Rina memperkenalkan diri sebagai Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi yang baru. ‎“Selamat berkenalan bagi yang belum kenal. Nama saya Rina Rosmainar. Saya datang untuk melaksanakan tugas yang diamanahkan pemerintah demi kemajuan pendidikan anak usia dini di Sukabumi,” ujarnya. ‎Ibu Bupati Asep Japar juga menegaskan pentingnya penerapan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). ‎Menurutnya, PAUD HI bukan hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, serta layanan sosial secara lintas sektor. ‎“Tujuan PAUD HI adalah mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik fisik, kognitif, sosial, emosional, bahasa, maupun moral,” jelasnya. Layanannya kata dia, meliputi belajar sambil bermain, pemeriksaan kesehatan, imunisasi, pemberian makanan bergizi, pengasuhan positif, perlindungan anak, hingga bantuan sosial bagi keluarga kurang mampu. ‎Hj. Rina menekankan, keberhasilan PAUD HI memerlukan dukungan semua pihak, mulai dari orang tua, pendidik, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga lembaga kemasyarakatan. ‎“Dengan gerakan wajib belajar satu tahun prasekolah ini, kita berharap lahir generasi Sukabumi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak usia dini,” pungkasnya. ((Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pasirgaling, Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, berlangsung lancar, Senin (25/8/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyindangan yang dikelola Yayasan Sirojul Ummah Surade. ‎Sebagai mitra MBG, yayasan tersebut menyalurkan 2.632 paket makanan bergizi untuk 24 SD/MI dan TK/MI di wilayah Kecamatan Surade. ‎Kepala SPPG Pasirgaling, Aridzar, menyebutkan distribusi paket MBG berjalan tepat waktu dan menu yang diberikan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). ‎“Alhamdulillah, distribusi tidak ada keterlambatan. Menu yang disajikan sesuai standar, semoga anak-anak senang dan terbantu gizinya,” ujarnya. ‎Kepala SDN Pasirgaling, Deni, mengaku bersyukur sekolahnya menjadi lokasi prioritas pelaksanaan program. SDN Pasirgaling sendiri menerima 93 paket makanan bergizi. ‎Ia berharap pendistribusian ke sekolah selalu tepat waktu agar tidak mengganggu kegiatan belajar. ‎“Kami juga akan membentuk tim khusus untuk mendistribusikan paket ke tiap kelas agar KBM tetap lancar,” tambahnya. Sementara Ketua Yayasan Sirojul Ummah, H. Bawan, menegaskan program ini sangat bermanfaat bagi siswa. “Anak-anak terbiasa makan bergizi, semangat belajar meningkat, dan gizinya lebih terjamin. InsyaAllah program ini terus berlanjut sehingga seluruh anak di Indonesia bisa merasakan manfaat program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya. ‎Kegiatan peluncuran MBG di Surade ini turut dihadiri Forkopimcam Surade, perwakilan Dinas Kesehatan, dan para guru SDN Pasirgaling. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Acara pisah sambut Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Kecamatan Ciracap berlangsung khidmat di Aula PGRI Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (23/8/2025). Pengawas lama, H. Ali Sadeli, S.Pd.I., M.Pd., resmi digantikan oleh Samsul Hadi, S.Pd.I., M.Pd. Dalam sambutannya, H. Ali Sadeli menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak selama 11 bulan bertugas di Ciracap. ‎Ia berharap program-program yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan di bawah kepemimpinan pengawas baru. Ali sendiri kini dipindah tugaskan menjadi pengawas PAI SD di Kecamatan Ciemas. Sementara itu, Samsul Hadi yang sebelumnya bertugas di Kecamatan Cimanggu, menekankan pentingnya peningkatan disiplin guru serta penguatan karakter siswa. ‎“Sekolah tidak hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang tangguh,” ujarnya. ‎Samsul juga berkomitmen melanjutkan program yang sudah berjalan baik serta mendorong kepala sekolah untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan kinerja. “Mari kita jaga soliditas agar sekolah-sekolah di Ciracap semakin berprestasi, dan lahir guru serta kepala sekolah yang inspiratif,” tutupnya. ‎Acara tersebut turut dihadiri Pengawas Bina SD Wawan Siswanto, Ketua PGRI Kecamatan Ciracap Unang Junaedi (Uje), Ketua K3S Kecamatan Ciracap, para kepala sekolah, serta perwakilan guru dari berbagai sekolah. (Dicky)

Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melarang pihak sekolah mewajibkan ataupun menjual buku tertentu untuk dimiliki oleh siswa di sekolah negeri. Kemendikbud menyatakan bahwa penyediaan buku sudah disiapkan dengan mekanisme pendanaan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, apa yang terjadi di lapangan…? Terbukti di SDN 4 Kenanga Kecamatan Sumber Cirebon , diduga masih beredar jual beli buku Lembar Kerja Siswa(LKS) atau Modul dari mulai kelas 1 sampai kelas 6 dengan harga Rp kisaran Rp 17000/buku dengan modus beli diketua kelompok kelas masing masing Atas dasar laporan orang tua siswa awak media mencoba menelusuri kebeberapa siswa sekolah tersebut dan membenarkan adanya  LKS dengan harga Rp 130.000 per semester sebanyak 7 buku dan suruh beli oleh pihak sekolah “Benar ada pak kami sangat keberatan,karena tau bahwa LKS itu jelas tidak boleh diperjualbelikan,”ucap orang tua siswa. Uniknya lagi, untuk menyiasati hal tersebut, semua pembelian Buku diarakan ke Ketua kelompok kelas yang sudah ditunjuk oleh sekolah yang sudah dikoordinir Guru melalui Kelompok Pengurus Paguyuban atau komite masing-masing Kelas, dengan seakan-akan wali murid yang membeli sendiri ke Pengurus Paguyuban yang telah ditunjuk itu, sedangkan harga kisaran Rp 130.000,/semester Hal ini diakui oleh Kepala Sekolah SDN 4 Kenanga Suhadir,memang ada LKS namun yang menyelenggarakan Komite Sekolah. Guna menghindar dari pantauan,diduga pihak sekolah memerintahkan Ketua kelompok kelasnya untuk menyebarkan Buku LKS ,yang jelas buku LKS baik buku modul sudah ada anggarannya yaitu dari dana BOS. Meskipun di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, telah dijelaskan secara rinci kenapa pihak sekolah masih berani melaksanakan dan menentang peraturan perundang undangan tersebut salah satunya di SDN 4 Kenanga Kelurahan Sumber Cirebon Seperti aduan dari beberapa wali murid yang sekolah di SDN 4 Kenanga tersebut, Pasalnya beberapa wali murid sangat merasa bingung kepada pihak sekolah yang masih membebani siswanya untuk membeli buku pendamping maupun Lembar Kerja Siswa/buku modul Dengan adanya pembembelian buku Lembar Kerja siswa atau Modul di SDN 4 Kenanga tersebut,orang tua siswa berharap ada penindakan dan pengawasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon (Redaksi/Asep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Unit pelayanan dapur sehat yang berada di bawah SPPG Buniwangi Surade, Yayasan Gunung Gede Bersahaja, Jumat (15/8/2025). ‎Tim melaksanakan kegiatan monitoring dan pendistribusian makan bergizi gratis di wilayah Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi. ‎Adapun sasaran utama program tersebut meliputi kelompok anak sekolah, ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan anak balita. Kegiatan dipusatkan di Kampung Sukamekar RT 013/RW 004, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Tenaga pengelola yang terlibat antara lain Kepala SPPG Aldi Apriana S (0852-8202-3613), Ahli Gizi Siti Salwa (0812-9102-9040), dan Akuntan Sri Wahyuni (0856-9538-2148), dibantu 47 karyawan. ‎Dalam kegiatan ini, total 3.003 porsi makan gratis disalurkan kepada masyarakat. Menu yang disiapkan terdiri dari nasi, ayam kecap, tumis buncis dan wortel, buah anggur dan lengkeng, serta tahu goreng. Proses distribusi menggunakan dua unit minibus, satu unit mobil Xenia, dan satu unit sepeda motor. Sasaran penerima mencakup tiga kelompok besar, yaitu SMP/MTS sebanyak 87 porsi, SD/MI sebanyak 1.936 porsi, dan TK/PAUD/Kober sebanyak 274 porsi. ‎Rinciannya adalah sebagai berikut: SMPN 9 Sukatani (87 porsi), SDN Cikaret (185), SDN Sukatani (116), SDN Cidadap (117), SDN Margabakti (170), SDN 3 Surade (131), SDN 1 Pasiripis (164), SDN Babakan Panjang (140), SDN Ciwaru Hilir (180). Setelahnya SDN Minajaya (125), SDN 4 Pasiripis (134), MIS Tegallame (81), MI Ciherang (106), MI Sukasirna (191), MI Cilumayan (96), TK Darma Bakti (165), TK Angkasa (49), TK Satap Pasiripis 3 (40), dan PAUD Rahayu (20 porsi). Perwakilan Yayasan Gunung Gede Bersahaja, Bambang Jatnika Baroy yang dapat pengawalan Babinsa dari Koramil 0622-14 Surade, Serda Muslim menuturkan, selain anak sekolah, pendistribusian juga menyasar kelompok ibu menyusui sebanyak 124 orang, ibu hamil 57 orang, dan anak balita 525 anak. ‎”Alhamdulillah, selama proses pendistribusian, kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar, menunjukkan sinergi yang baik antara petugas, pihak sekolah, dan masyarakat penerima manfaat,” tandasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Memperingati Hari Pramuka ke-64 yang jatuh pada 14 Agustus 2025, Kwartir Ranting Surade menggelar perkemahan dan upacara peringatan selama dua hari, 13–14 Agustus 2025. ‎Semula dipusatkan di areal persawahan Warujajar, kegiatan dipindahkan ke SDN Jagamukti, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, karena cuaca tidak mendukung. Acara diikuti 1.380 peserta yang terdiri dari siswa tingkat SD/MI hingga SMA se-Kecamatan Surade, pembina Pramuka, dan dewan guru dari masing-masing sekolah. ‎Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dan antusiasme dalam memperingati momen bersejarah Gerakan Pramuka Indonesia. ‎Bertindak sebagai pembina upacara, Camat Surade Unang Suryana, S.IP., Kp., M.Si., yang juga Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Ranting (Mabiran) Surade. Dalam kesempatan itu dia menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berjiwa nasionalis. “Hari Pramuka ke-64 ini adalah momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada generasi muda. Semoga kegiatan ini mampu memperkuat semangat kebangsaan dan membentuk pribadi yang mandiri serta bertanggung jawab,” ujarnya. Selama kegiatan, peserta mengikuti lomba keterampilan kepramukaan, penjelajahan alam dan survival dasar, pentas seni, serta diskusi nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan. Upacara penutupan dijadwalkan pada Kamis sore, 14 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Pramuka Nasional. ‎Kwartir Ranting Surade berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi peserta untuk mengamalkan Dasa Dharma dan Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berintegritas. (Dicky)

CIREBON – Bidik-KasusNews.com Praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan pungutan kepada wali murid kembali mencuat, kali ini terjadi di sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Temuan ini memicu kekhawatiran publik, karena dinilai bertentangan dengan semangat pendidikan bebas komersialisasi yang telah ditegaskan dalam berbagai regulasi nasional. Apa yang Terjadi? Sejumlah orang tua siswa mengaku diminta membeli LKS secara kolektif yang disediakan langsung oleh pihak sekolah. Bahkan, beberapa laporan menyebutkan adanya pungutan lain yang dibebankan kepada wali murid, tanpa dasar hukum yang jelas. Siapa yang Terlibat? Praktik ini diduga melibatkan oknum pengelola di beberapa MI di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Meski tidak semua MI melakukan hal serupa, indikasi pelanggaran ini menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa. Kapan dan Di Mana Kejadian Ini Terjadi? Kasus ini mulai terungkap pada pertengahan 2025 dan terjadi di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Cirebon. Informasi dihimpun dari laporan masyarakat serta hasil pantauan di lapangan. Mengapa Ini Menjadi Masalah? Penjualan LKS dan pungutan tanpa dasar hukum melanggar sejumlah peraturan, seperti: Permendikbud No. 75 Tahun 2020 Pasal 12a yang melarang komite sekolah menjual buku atau seragam. PP No. 17 Tahun 2010 Pasal 18 huruf a yang menegaskan larangan mewajibkan pembelian buku atau pakaian seragam di lingkungan satuan pendidikan. Permendikbud No. 50 Tahun 2022, yang menekankan bahwa pengadaan seragam merupakan tanggung jawab orang tua, bukan sekolah. Apa Tanggapan Pemerintah? Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kemenag Kabupaten Cirebon. Namun, sejumlah pihak mendesak agar Kemenag dan Pemda setempat mengambil tindakan tegas, termasuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memberikan sanksi administratif bila terbukti terjadi pelanggaran. Bagaimana Solusinya? Pakar pendidikan menilai bahwa sekolah, khususnya MI, seharusnya mengoptimalkan penggunaan Dana BOS untuk pengadaan buku dan kebutuhan belajar lainnya. Selain itu, orang tua perlu diberikan edukasi terkait hak mereka agar tidak menjadi korban pungutan liar. Praktik penjualan LKS dan pungutan tidak resmi di sejumlah MI di Cirebon menjadi peringatan keras bahwa pengawasan terhadap dunia pendidikan harus diperkuat. Pemerintah, dalam hal ini Kemenag dan Dinas Pendidikan, diharapkan tidak tutup mata agar kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan tetap terjaga. Asep | Editor: Redaksi Bidik-KasusNews

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Yayasan Gunung Gede Bersahaja menggelar kegiatan pra opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SDN Bojongsari, Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/8/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan Dapur Sehat Wilayah Kodim 0622/Kab. Sukabumi yang mendistribusikan makanan sehat bergizi gratis bagi anak-anak sekolah. Sebanyak 241 porsi makanan disalurkan kepada siswa dari jenjang PAUD/TK hingga SMA/sederajat, dengan rincian 181 porsi untuk siswa SDN Bojongsari dan 60 porsi untuk anggota Paskibraka Kecamatan. Acara dihadiri oleh Camat Kalibunder Encep Iwan Kartawira, Kapolsek Kalibunder AKP Dodi Irawan, perwakilan Koramil Jampangkulon Peltu Kamaludin dan Kepala UPT/UPTD. ‎Hadir pula para kepala sekolah penerima manfaat, para kepala desa se-Kecamatan Kalibunder, Ketua Yayasan Gunung Gede Bersahaja Bambang, Kepala SPPG Yuningsih, serta tamu undangan lainnya. ‎Encep Iwan Kartawira, mengapresiasi program pemberian makan bergizi gratis dari pemerintah pusat yang dinilai strategis dalam meningkatkan kecerdasan generasi muda menuju Indonesia Emas. “Pengelolaan makanan itu harus benar-benar higienis dan aman untuk mencegah potensi masalah yang dapat mencoreng pelaksanaan program. Tak kalah penting MBG itu dapat meningkatkan kualitas kesehatan para siswa,” ujarnya. Menu makanan bergizi yang disajikan meliputi nasi putih, ayam goreng kecap, tahu goreng, tumis sayur (wortel, buncis, jagung manis), buah jeruk, dan susu. Kegiatan ini menjadi pemanasan menuju launching resmi SPPG Yayasan Gunung Gede Bersahaja pada 18 Agustus 2025 mendatang, yang menargetkan distribusi hingga 3.600 porsi makanan bergizi gratis bagi anak-anak di wilayah Kalibunder. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM– Dapur MBG Berkah Ibu di bawah naungan Yayasan Gunung Geude Bersahaja menggelar pra-opening program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan berlangsung di SDN Linggajaya, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (5/8/2025). Secara keseluruhan MBG dilakukan di 32 sekolah yang terdiri dari 6 satuan pendidikan SLTP, 15 SD/MI, 11 TK/PAUD dan 7 Posyandu yang terlibat dalam ujicoba program ini. Kepala Dapur MBG, Arif Rahman Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan uji operasional awal sebelum pelaksanaan penuh program MBG di wilayah tersebut. “Pra-opening kami laksanakan di SDN Linggajaya untuk menguji kesiapan dapur, mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan ke sekolah,” jelas Arif. ‎Dalam kesempatan yang sama dia  menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini masih didanai secara pribadi, tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Program MBG dirancang untuk menjangkau 32 sekolah dengan total 4.000 porsi makanan bergizi setiap hari. ‎Menu pada kegiatan perdana ini terdiri dari nasi, ayam goreng, tempe, tumis wortel, jeruk, dan susu kotak Milk Life 115 ml. Distribusi makanan dimulai pukul 10.00 WIB dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surade. Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini, di antaranya Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, perwakilan Koramil Sertu Asep, Kepala Puskesmas dr. H. Alex Kusuma. Hadir pula Kepala Desa Sirnasari Miftahudin, Ketua PGRI Surade H. Budianto Asfari, serta para kepala sekolah dan tokoh masyarakat. ‎Camat Surade menyambut positif program tersebut. “Alhamdulillah, apa yang dijanjikan pemerintah pusat sudah bisa dirasakan langsung masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” ujarnya. Harapannya, program ini mampu meningkatkan status gizi dan meringankan beban orang tua, tambah Unang. Sementara itu, perwakilan Yayasan Gunung Geude Bersahaja, Bambang Jatnika Baroy, menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan menyusun menu yang lebih variatif berdasarkan survei kepuasan siswa. “Kami ingin makanan yang disajikan bisa habis tanpa sisa, maka perlu inovasi menu agar sesuai selera anak-anak,” pungkasnya. (Dicky)