CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah sorotan terhadap dunia pendidikan yang kerap diwarnai isu negatif, SDN 1 Banjarwangunan, Kecamatan Setupatok, Kabupaten Cirebon, justru menghadirkan kabar yang menyejukkan. Sederet prestasi anak-anaknya menembus tingkat kabupaten dan membawa kebanggaan bagi sekolah serta masyarakat sekitar. Dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kabupaten yang digelar di SMP Mundu, dua tim dari SDN 1 Banjarwangunan tampil memukau. Mereka bukan sekadar membawa nama sekolah, tetapi juga semangat anak-anak desa yang berjuang dengan ketulusan dan kerja keras. Tim Tari Kreasi sukses meraih Juara 1 Tingkat Kabupaten, menyingkirkan puluhan peserta dari berbagai kecamatan. Dengan gerakan yang anggun, ekspresi penuh makna, dan kostum bercorak budaya lokal. Mereka menampilkan harmoni antara tradisi dan modernitas. Penampilan itu bukan hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral bahwa dari pelosok desa pun bisa lahir bintang seni yang menginspirasi. Sementara itu, di cabang Lomba Baca Puisi, seorang siswa SDN 1 Banjarwangunan berhasil meraih Juara 3 Tingkat Kabupaten. Dengan suara lembut namun berkarakter, ia menyampaikan puisi bertema semangat belajar, cinta tanah air, dan keteguhan menghadapi keterbatasan. Kepala SDN 1 Banjarwangunan, Nia Nurani, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. “Anak-anak kami adalah cerminan semangat pantang menyerah. Mereka berlatih tekun meski dengan fasilitas terbatas. Ini membuktikan bahwa pendidikan bukan soal besar kecilnya gedung, tetapi sebesar apa hati dan semangat di dalamnya,” ujarnya dengan mata berbinar. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah dasar di wilayah pinggiran pun mampu bersaing di tingkat kabupaten. Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berani bermimpi. Para orang tua pun tak kuasa menahan haru.“Kami sangat bangga. Anak-anak kami bisa membuktikan bahwa desa tidak kalah dari kota. Semua ini hasil kerja sama guru, orang tua, dan semangat anak-anak sendiri,” ujar salah satu wali murid. Kini, nama SDN 1 Banjarwangunan mulai dikenal luas, bukan karena fasilitas megah, tetapi karena semangat besar yang tumbuh di ruang-ruang belajarnya. Dari sekolah sederhana di Setupatok ini, lahir generasi kecil yang menari dan bersyair bukan untuk gengsi, tetapi untuk menginspirasi. Karena pada akhirnya, pendidikan sejati bukan hanya mencetak nilai, tetapi menumbuhkan nilai-nilai kehidupan dan semangat itu kini hidup di SDN 1 Banjarwangunan, Kabupaten Cirebon. (Amin)
SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – SDN 3 Surade di Kelurahan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus berbenah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, asri, dan ramah bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menata pekarangan sekolah dengan aneka tanaman hias dan ornamen taman yang indah. Kepala SDN 3 Surade, Tuti Lisnawati, saat ditemui di halaman sekolah, Senin (20/10/2025), mengatakan bahwa penataan lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Suasana yang bersih dan tertata, kata dia, mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada para siswa. “Dulu sekolah ini terlihat gersang. Tapi seiring waktu, kami mulai melakukan penataan dengan menempatkan tanaman hias di setiap sudut sekolah, mulai dari pekarangan, depan kelas, hingga di dalam ruang belajar,” ujarnya, Senin (20/10/2025). Menurut Tuti, inisiatif tersebut bermula dari keinginan pribadi untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang indah sekaligus edukatif. Ia bahkan menggunakan dana pribadi untuk membeli berbagai kebutuhan taman. “Alhamdulillah, sebagian besar biaya kami keluarkan sendiri. Termasuk bambu-bambu di dinding taman yang berasal dari kebun pribadi saya,” tambahnya. Kini wajah SDN 3 Surade tampak jauh berbeda. Di setiap sudutnya, berjejer bonsai dan ornamen taman yang menyejukkan mata. Di salah satu sudut halaman, terpampang pula tulisan berisi sejarah singkat berdirinya Surade beserta silsilah tokoh pendirinya menjadi perpaduan unik antara edukasi lingkungan dan sejarah lokal. Dengan langkah berkelanjutan tersebut, SDN 3 Surade kini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga contoh nyata sekolah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melalui Subkoordinator Mutu PTK dan Kurikulum SMP menggelar Sosialisasi Pengembangan Kompetensi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum dan Pemanfaatan Rapor Pendidikan. Kegiatan digelar dalam rangka Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2025. Untuk Subrayon Jampangkulon, kegiatan dilaksanakan di SMPN 1 Jampangkulon dengan jumlah peserta 118 orang, terdiri atas 59 kepala sekolah dan 59 wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas Wakasek Kurikulum dalam memahami strategi pengembangan mutu pendidikan berbasis data, serta mendorong optimalisasi penggunaan Rapor Pendidikan sebagai instrumen evaluasi dan perencanaan sekolah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan mampu merancang program peningkatan mutu yang berbasis data akurat dan relevan,” ujar Ketua Tim Kerja Mutu PTK dan Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Ateng Trisnadi, Sabtu (18/10/2025). Dia menjelaskan, sosialisasi ini juga menjadi wadah penyampaian informasi terbaru mengenai implementasi kurikulum di satuan pendidikan, termasuk tindak lanjut dari bimbingan teknis Pembelajaran Mendalam (PM) yang sebelumnya dilaksanakan oleh Balai Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BPGTK). Selain itu, peserta mendapatkan pembaruan mengenai pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan panduan penilaiannya yang telah diterbitkan secara nasional. Materi ini dikaji bersama pengawas sekolah untuk memastikan implementasi di lapangan sesuai pedoman. “Informasi terbaru tentang ruang lingkup kurikulum perlu segera sampai ke guru-guru. Karena itu, Wakasek Kurikulum menjadi ujung tombak penyebaran informasi di sekolah masing-masing,” tambahnya. Lebih lanjut, Ateng menyebutkan kegiatan serupa akan dilaksanakan bertahap di delapan subrayon di Kabupaten Sukabumi. Setelah Jampangkulon, kegiatan berikutnya dijadwalkan di Subrayon Sagaranten yang digabung dengan Sukaraja, dan akan berlanjut ke rayon lainnya. Melalui sosialisasi ini, Dinas Pendidikan berharap seluruh sekolah dapat berkolaborasi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing, sejalan dengan arah kebijakan nasional di bidang pendidikan. (Dicky)
CIREBON Bidik-kasusnews.com,. Dugaan praktik pungutan liar kembali mencoreng wajah dunia pendidikan dasar di Kabupaten Cirebon. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SDN 1 Grogol, Kecamatan Gunungjati, yang disebut-sebut melakukan pungutan sebesar Rp50.000 kepada wali murid penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Informasi yang dihimpun tim media menyebutkan, pungutan tersebut dilakukan dengan dalih untuk pembangunan pagar sekolah. Namun, langkah ini menuai tanda tanya besar, sebab dana PIP sejatinya merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat yang diperuntukkan murni bagi kebutuhan siswa kurang mampu, bukan untuk membiayai kepentingan fisik sekolah. Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, > “Kami disuruh bayar lima puluh ribu, katanya buat pagar sekolah. Tapi bukankah uang PIP itu hak anak kami? Harusnya nggak boleh diminta lagi.” Lebih mencengangkan lagi, saat tim investigasi mencoba mengonfirmasi hal ini, Kepala Sekolah SDN 1 Grogol, Ratna, justru membenarkan adanya pungutan tersebut. Ia beralasan bahwa pungutan dilakukan atas dasar hasil rapat bersama komite sekolah untuk pembangunan pagar. Namun, pembenaran itu justru memperkuat dugaan bahwa ada pelanggaran terhadap Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang secara tegas melarang segala bentuk pungutan wajib di sekolah negeri, apalagi terhadap penerima bantuan pemerintah seperti PIP. Langkah sekolah yang mengatasnamakan kesepakatan komite tidak dapat dijadikan pembenaran hukum. Sebab, dalam aturan tersebut, partisipasi masyarakat bersifat sukarela, tidak memaksa, dan tidak boleh dijadikan syarat bagi siswa penerima bantuan. Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Inspektorat Daerah segera turun tangan menelusuri dugaan praktik pungutan berkedok “pembangunan” ini. Jangan sampai dalih “pagar sekolah” justru menjadi tembok penghalang keadilan dan kesejahteraan siswa miskin. ( Asep.R )
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Gapura Pancawaluya SMAN 1 Surade dengan bangga mempersembahkan program SMAN 1 Surade JAWARA (Jati Waluya Rancage). Salah satu program unggulannya adalah PALISADE (Peduli Lingkungan Satu Surade) yang berfokus pada kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Kepala SMAN 1 Surade, Suhendi, memimpin langsung kegiatan bersih-bersih lingkungan di area sekolah. Ia menyampaikan bahwa program PALISADE merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus membentuk karakter siswa yang Cageur, Bageur, dan Singer. “Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan serta keberhasilan proses pembelajaran,” ujar Suhendi pada media, Kamis (9/10/2025). Senada dengan itu, Ina Eka Sulastri, Koordinator Kebersihan SMAN 1 Surade, menuturkan bahwa program PALISADE sejalan dengan salah satu dari sembilan langkah pembangunan karakter di Jawa Barat, yakni kebersihan lingkungan. ”Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik terlibat aktif dalam menjaga kebersihan ruang kelas, taman, dan area umum sekolah,” tuturnya. Gotong royong tersebut diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar. Selain kegiatan rutin kebersihan, program PALISADE juga akan dikembangkan melalui lomba kebersihan antarkelas, penanaman pohon, serta edukasi pengelolaan sampah ramah lingkungan. Dengan langkah nyata ini, SMAN 1 Surade bertekad menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter dan budaya peduli lingkungan. (Dicky)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.PT Crystal Biru Meuligo yang beralamat di Jln.Raya Cirebon Bandung No.001 Dusun.04 RT 001 RW 011 Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka adalah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang berkantor pusat di Jakarta dan telah resmi terdaftar, dengan fokus pada transformasi digital . PT. Crystal Biru Meuligo adalah P3MI yang menyediakan pelatihan dan penempatan pekerja migran Indonesia, ke berbagai Negara diantaranya ,Malaisia,Singapur,Hongkong,Taiwan bukan sebagai perusahaan manufaktur atau pabrik,Perusahaan ini terdaftar secara resmi di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Perusahaan ini tengah beradaptasi dengan era digital dan melakukan transformasi digital dalam operasionalnya di Majalengka Haji Ana selaku Kepala cabang PT Crystal Biru Meuligo Majalengka bertanggung jawab dalam pembinaan calon tenaga kerja ,berkomitmen penuh guna memberantas pengangguran hingga sukses di luar negri . Kami berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi Pekerja Migran Indonesia dengan layanan yang legal, aman, dan profesional. Tidak ada indikasi bahwa PT. Crystal Biru Meuligo memiliki pabrik atau operasional utama , fokusnya adalah pada bisnis penempatan pekerja migran secara nasional dengan ijin resmi dan bertanggung jawab penuh guna kesuksesan para calon tenaga kerja diluar negri. Dengan izin resmi dari Kementerian P2MI, kami memastikan setiap proses penempatan PMI ke Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Hongkong berjalan sesuai aturan. Mulai dari rekrutmen, pelatihan, hingga pendampingan keberangkatan, semuanya kami jalankan dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya Harapan kami segera bergabung bersama PT Crystal Biru Meuligo dengan tujuan : Malaisia ,Singapur ,Hongkong , Taiwan ,kami jamin Sukses anda kepuasan kami. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kabar meninggalnya seorang siswi SD di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menghebohkan warga setelah beredar isu bahwa korban meninggal akibat keracunan makanan. Namun, pihak keluarga menepis anggapan tersebut dan menegaskan bahwa kondisi kesehatan korban sebelumnya memang bermasalah. Peristiwa duka ini menimpa Salsabila binti Mulyadi (10), siswi SDN 4 Citanglar asal Kampung Kalangsari RT 009/003 Desa Sirnasari. Ia mengembuskan napas terakhir di RSUD Jampang Kulon pada Senin (6/10/2025) pukul 00.30 WIB setelah sempat mendapat perawatan medis. Mulyadi ayah korban menjelaskan, sebelum meninggal, anaknya sudah mengeluh sakit perut sejak Jumat (3/10/2025) hingga tidak masuk sekolah. Untuk mengungkap penyebabnya, kemudian dibawa berobat ke klinik milik Asep, seorang tenaga medis RSUD Jampang Kulon, di Kampung Bojongsempor, Desa Sirnasari. Dari pemeriksaan diketahui korban mengalami sembelit. Kondisinya sempat membaik, namun pada Minggu (5/10/2025) sore, korban kembali mengeluh sesak napas akibat riwayat asma yang dideritanya, ditambah sakit perut yang semakin parah setelah sempat memakan potongan buah melon. ”Sesudah mengonsumsi obat, tubuh anak saya justru mengalami alergi dengan munculnya bercak merah sehingga saya kembali membawanya ke klinik untuk mendapat obat alergi,” kata Mulyadi, Senin (6/10/2025). Karena tak ada perkembangan, korban dibawa ke RSUD Jampang Kulon. Meski mendapat perawatan intensif, nyawa Salsabila tidak tertolong. Pihak keluarga menegaskan bahwa riwayat penyakit asma dan masalah pencernaan, ditambah reaksi obat yang dikonsumsi sebelumnya, menjadi penyebab utama memburuknya kondisi korban. Isu keracunan makanan yang beredar luas di masyarakat disebut keluarga tidak benar. Mereka meminta agar publik tidak berspekulasi berlebihan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Hingga kini, aparat terkait masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kematian Salsabila. Sementara itu, masyarakat diminta untuk bijak dalam menyikapi informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang semakin meluas. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas melepas Corps Putri Assalam dari Pondok Pesantren Assalam Putri Warungkiara dipercaya mewakili Jawa Barat dalam Kejuaraan Marching Band Internasional Piala Raja Hamengku Buwono 2025 di Yogyakarta. Ajang tahunan yang berlangsung pada 11–13 Oktober 2025 itu akan mempertemukan puluhan grup marching band terbaik se-Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara. Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, yang melepas langsung keberangkatan tim, menilai Corps Putri Assalam bukan sekadar peserta lomba, melainkan duta yang membawa nama baik Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya menjunjung sportivitas dan etika selama bertanding. “Juara tentu menjadi harapan, tapi menjaga kehormatan daerah adalah misi utama,” tegasnya. Dengan dukungan penuh dari pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat, Corps Putri Assalam optimis dapat menorehkan prestasi di Piala Raja Hamengku Buwono 2025 sekaligus mengharumkan nama Jawa Barat di panggung internasional. Keikutsertaan Corps Putri Assalam kata orang nomor dua Pemkab Sukabumi itu, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, mereka tampil sebagai satu-satunya marching band pesantren dari Jawa Barat yang lolos ke tingkat internasional. Persiapan intensif pun telah dilakukan sejak berbulan-bulan lalu, mulai dari teknik barisan, variasi musik, hingga kekompakan formasi. Pimpinan Pondok Pesantren Assalam Putri, KH. Encep Hadiana, menyebut partisipasi ini sebagai bukti nyata bahwa santri putri mampu bersaing di bidang seni dan budaya, tidak hanya di lingkup lokal, tetapi juga di level internasional. “Ini momentum penting untuk menunjukkan bahwa generasi pesantren memiliki kreativitas, disiplin, dan daya juang yang tinggi,” ungkapnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Yayasan Golden Future Indonesia meresmikan gedung baru Madrasah Nurul Huda Assuyutiyah di Kampung Babakanpanjang, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (27/9/2025). Manager Yayasan Golden Future Indonesia, Riski, menyebut pembangunan gedung tersebut menghabiskan dana sekitar Rp100 juta, belum termasuk anggaran untuk perlengkapan kegiatan belajar. “Alhamdulillah hari ini kami resmikan pembangunan gedung madrasah. Semoga bermanfaat bagi para santri dan keberlangsungan kegiatan belajar,” ujarnya. Riski menambahkan, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah prioritas kegiatan yayasan pada 2025. “Untuk September ini saja ada empat titik peresmian, yakni MCK SDN Malangbong di Kecamatan Tegalbuleud, Madrasah Nurul Huda Assuyutiyah di Desa Buniwangi, MTs Arahmah di Desa Cipeundeuy, dan program Rutilahu di Kecamatan Jampangkulon,” terangnya. Pengasuh Madrasah Nurul Huda Assuyutiyah, Ustadz Suryani, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Atas nama keluarga besar madrasah kami mengucapkan terima kasih. Semoga kebaikan ini menjadi amal ibadah,” ucapnya. Ia menjelaskan, madrasah yang telah ia kelola selama 11 tahun saat ini memiliki 60 santri. “Kebutuhan mendesak kami adalah sumur bor agar kegiatan belajar santri dapat lebih lancar,” pungkasnya. (Dicky)
CIREBON – BIDIKKASUSnews.com Pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas sekaligus pembangunan ruang kelas baru (RKB) lantai dua di SMA Negeri 2 Kota Cirebon disinyalir sarat pelanggaran. Proyek senilai Rp2,09 miliar lebih itu diduga dikerjakan tanpa mengindahkan spesifikasi teknis (speck) maupun standar operasional prosedur (SOP). Pantauan di lapangan memperlihatkan pekerjaan pengecoran konstruksi hanya dilakukan oleh satu tukang dengan cara manual tanpa mesin molen, sehingga kualitas adukan semen dan pasir dikhawatirkan tidak merata. Selain itu, semen yang digunakan diduga berkualitas rendah. Lebih jauh, para pekerja juga terlihat mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), yang berpotensi membahayakan keselamatan kerja. “Proyek ini kan di bawah pengawasan kejaksaan dan kepolisian, tapi faktanya pelaksanaan di lapangan banyak kejanggalan. Sudah kami sampaikan ke Kejaksaan Negeri Kota Cirebon secara lisan melalui Kasi Intel dan juga ke KCD X Dinas Pendidikan Provinsi,” ujar Anto, tenaga usaha SMA Negeri 2 Kota Cirebon, Selasa (16/9/2025). Dana proyek rehabilitasi tersebut bersumber dari APBN melalui Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Atas. Seharusnya, menurut aturan, anggaran sebesar Rp2.094.853.000 dapat menghasilkan pembangunan yang maksimal, baik dari sisi mutu beton pondasi maupun kualitas bangunan pasca rampung. Meski proyek berada dalam pengawasan Kejaksaan Negeri dan kepolisian, hingga kini belum ada temuan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut. Sementara itu, upaya awak media menemui kepala sekolah SMA Negeri 2 Kota Cirebon kerap menemui jalan buntu. “Kepala sekolah selalu disebut tidak berada di tempat,” ungkap pihak sekolah ketika dikonfirmasi. Dugaan pelanggaran ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan yang dilakukan aparat penegak hukum dan dinas terkait. Tim Investigasi / (Rico)